Tak Ada Lagi Antrean Di RS COVID-19, Pakar Sebut Herd Immunity RI Mulai Terbentuk
Unsplash/Towfiqu barbhuiya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia belakangan ini, telah berhasil mencapai pada tren penurunan kasus COVID-19. Selain itu, pemerintah juga semakin meningkatkan percepatan vaksinasi guna mencapai herd immunity.

WowKeren - Kasus COVID-19 belakangan ini diketahui tengah mengalami tren penurunan yang cukup signifikan. Bahkan sempat menyentuh titik terendah kasus COVID-19 Indonesia selama 3 bulan yakni 2 ribuan kasus per hari pada 12 September 2021.

Dengan tren penurunan kasus COVID-19 itu, secara tidak langsung juga membuat jumlah pasien di rumah sakit menurun. Adapun kabar baik disampaikan oleh Chairman Junior Doctor Network, dr Andi Khomeini Takdir Haruni atau yang akrab disapa dr Koko. Koko menuturkan 3 rumah sakit yang berada di bawah pengawasannya, disebut lebih lenggang.

Adapun 3 rumah sakit yang dimaksud Koko adalah RSDC Wisma Atlet Kemayoran, 1 RS di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta, dan 1 RS swasta. Ia menegaskan bahwa data yang diterimanya itub sinkron.


"Dikomparasi dengan yang kami alami sehari-hari, sebagai contoh dari 3 rumah sakit yang kami berikan pelayanan jumlah pasien COVID-19 dibandingkan puncak wave kedua di bulan Juli dan awal Agustus, hari ini sudah sekitar 10 persen," terang Koko dalam live Corona Update Kumparan, Jumat (17/9). "Sudah 1 banding 10 lebih sedikit."

Selain itu, Koko menyebut juga sudah tidak ada lagi antrean pasien COVID-19 di RS. Hal ini tentunya merupakan kabar menggembirakan sekaligus membanggakan atas pencapaian penanganan COVID-19, meski belum ideal, tapi sudah menunjukkan perbaikan.

Sementara itu, disinggung mengenai kekebalan komunal atau herd immunity di Indonesia, Koko menjelaskan bahwa ada dua faktor yang bisa menciptaknnya. Dua faktor itu adalah kekebalan yang terbentuk pascainfeksi alamiah, dan juga yang dipicu vaksinasi. "Dua ini yang saya pikir akan berkontribusi terhadap terbentuknya herd immunity," paparnya.

Lebih lanjut, Koko menuturkan bahwa pihaknya tidak memungkiri bahwa herd immunity di Indonesia sudah perlahan mulai terbentuk pada beberapa komunitas. Akan tetapi, ada juga wilayah yang dinilai masih belum terbentuk, khususnya di luar Jawa-Bali, lantaran kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes) justru menurun.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts