Di Sidang PBB, Jokowi Ajak Dunia untuk Serius Lawan Terorisme dan Perang
BPMI Setpres
Nasional

Dalam pidatonya di Sidang ke-76 Majelis Umum PBB, Presiden Joko Widodo juga mengajak dunia untuk lebih serius menangani intoleransi, terorisme, dan perang.

WowKeren - Presiden Joko Widodo dijadwalkan memberi pidato di Sidang ke-76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB / UN) pada Kamis (23/9) pagi. Dan pada kesempatan itu Jokowi menyinggung tentang diskriminasi vaksin COVID-19.

Namun bukan cuma membahas vaksin COVID-19, Jokowi juga mengajak masyarakat global untuk serius dalam menangani masalah intoleransi, terorisme, dan perang. Selain itu, Jokowi juga meminta agar hak-hak perempuan serta kelompok minoritas terus ditegakkan.

"Kita harus tetap serius menangani intoleransi, konflik, terorisme dan perang. Perdamaian dalam keberagaman, jaminan hak perempuan dan kelompok minoritas harus kita tegakkan," tutur Jokowi dalam pidatonya.

Secara spesifik Jokowi menyinggung soal potensi praktik kekerasan dan marjinalisasi perempuan di Afghanistan. Tentu saja ini berkaitan dengan Taliban yang baru-baru ini kembali menguasai Afghanistan dan sempat menjanjikan pemerintahan yang inklusif, namun belakangan malah membredeli berbagai hak asasi perempuan seperti untuk mendapatkan pendidikan.


Jokowi juga menyinggung soal kemerdekaan Palestina yang masih jauh dari harapan serta krisis politik di Myanmar yang menurutnya harus menjadi fokus bersama. Adapun terkait masalah Myanmar ini sudah dibahas dalam pertemuan para pemimpin ASEAN di Jakarta pada April 2021 lalu.

Menurut Jokowi, pada kesempatan itu para pemimpin ASEAN menghasilkan lima poin konsensus untuk membantu menangani krisis di Myanmar. Namun tentu saja implementasinya bergantung pada komitmen militer Myanmar.

"Harapan besar masyarakat dunia harus kita jawab dengan langkah nyata, dengan hasil yang jelas," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu. "Itulah kewajiban yang ada di pundak kita yang ditunggu masyarakat dunia. Itulah kewajiban kita untuk memberi harapan masa depan dunia."

Di sidang yang sama Jokowi juga menegaskan bahwa diperlukan kerjasama dunia untuk bisa mengakhiri pandemi COVID-19. "Pertama, kita harus memberikan harapan bahwa pandemi COVID-19 akan bisa tertangani dengan cepat, adil, dan merata. Kita tahu bahwa no one is safe until everyone is," katanya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts