Wagub Ungkap Sudah Tak Ada Zona Merah COVID-19 di Bali, Siap Terima Turis Asing
Unsplash/Jara Lenz
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyatakan siap kembali menerima wisatawan mancanegara Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace.

WowKeren - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bali kini telah berstatus Level 3. Bali juga tercatat sudah tidak memiliki zona merah penularan virus corona (COVID-19).

Dengan situasi yang membaik tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyatakan siap kembali menerima wisatawan mancanegara Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace.

"Dalam kurun beberapa hari ini kasus aktif di Bali melandai, angka kesembuhan selalu di atas kasus aktif harian. Bahkan saat ini PPKM di Bali telah diturunkan menjadi Level 3," tutur Cok Ace dalam keterangan pers, Jumat (24/9). "Sudah tidak ada lagi zona merah di sini, lima Kabupaten berada di zona kuning dan empat lainnya zona oranye."

Untuk menyambut kedatangan turis internasional, Pemprov Bali juga telah melakukan sejumlah persiapan. Antara lain teknis kedatangan, karantina, perjalanan selama di Bali, hingga kepulangan ke negara asal.


Menurut Cok Ace, sudah ada 62 rumah sakit rujukan COVID-19 yang disiapkan di sembilan kabupaten/kota di Bali. Selain itu, aparat keamanan juga disiagakan untuk menjaga ketat pintu masuk Bali.

"Bahkan jumlah nakes kami sudah memadai untuk melayani jika hal terburuk terjadi," kata Cok Ace.

Pemprov Bali kini juga mendorong penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Diketahui, aplikasi tersebut dijadikan salah satu syarat untuk memasuki tempat publik. Cok Ace juga mengungkapkan bahwa capaian vaksinasi di Bali sudah cukup baik.

"Hingga hari ini jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama sekitar 96 persen, dan 73,22 persen sudah menerima dosis kedua," jelasnya. "Untuk pegawai pariwisata rata-rata sudah menerima vaksin kedua."

Tak hanya dari pihak Pemprov saja, para pelaku pariwisata di Bali juga telah melakukan berbagai persiapan. Cok Ace mengungkapkan ada 1.871 tempat terkait bidang pariwisata di Bali yang telah tersertifikasi cleanliness health safety and environmental sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Ribuan tempat tersebut terdiri atas hotel, restoran, destinasi pariwisata, pusat perbelanjaan atau mal, hingga tempat umum.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts