Sukses Vaksinasi, Singapura Justru Diprediksi Alami Lonjakan Kasus COVID-19 Harian Pekan Depan
AFP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pada Jumat (24/9), Kementerian Kesehatan Singapura mengkonfirmasi 1.650 kasus COVID-19 baru. Ini merupakan angka kasus COVID-19 harian tertinggi yang dicatat Singapura sejak pandemi berlangsung.

WowKeren - Singapura merupakan salah satu negara yang dinilai paling sukses dalam program vaksinasi virus corona (COVID-19). Namun baru-baru ini, Singapura justru mencatat peningkatan kasus COVID-19.

Pada Jumat (24/9) kemarin, Kementerian Kesehatan Singapura mengkonfirmasi 1.650 kasus COVID-19 baru. Ini merupakan angka kasus COVID-19 harian tertinggi yang dicatat Singapura sejak pandemi berlangsung.

Pihak Kemenkes pun menyatakan bahwa kasus COVID-19 harian Singapura diperkirakan akan mencapai angka 3.200 pekan depan. Kemenkes Singapura mengungkapkan bahwa kemungkinan kasus semakin berlipat ganda tidak dapat dikesampingkan apabila tingkat infeksi di negara tersebut terus berlanjut seperti sekarang.

Adapun lonjakan angka kasus COVID-19 harian Singapura dimulai pada akhir Agustus 2021 lalu. Jumlah pasien bergejala ringan yang mencari perawatan medis di rumah sakit juga menunjukkan peningkatan pesat.


Menurut Kemenkes Singapura, hal tersebut telah membebani sistem perawatan, tenaga kesehatan, dan respons secara keseluruhan di negara tersebut. Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengungkapkan bahwa sistem perawatan kesehatan Singapura hanya bisa mengatasi sekitar 2.000 hingga 3.500 kasus sebelum mencapai ambang batasnya.

Untuk menghindari hal tersebut, Kemenkes Singapura meminta orang berusia antara 12-69 tahun yang telah divaksinasi lengkap dan mengalami gejala COVID-19 ringan untuk menjalani rawat jalan di rumah. Hal tersebut dinilai sebagai "protokol manajemen perawatan yang paling tepat".

Kelompok tersebut dinilai tak perlu mendapat perawatan di rumah sakit karena mereka cenderung tidak sakit parah. Untuk anak-anak antara usia dua hingga 11 tahun yang belum divaksinasi dan terpapar COVID-19, orangtua dapat memilih merawat mereka di rumah usai pihak RS memberikan penilaian.

Di sisi lain, pemerintah Singapura telah memperketat sejumlah pembatasan masyarakat menyusul peningkatan kasus COVID-19 harian ini. Jumlah peserta pertemuan sosial dan jumlah rombongan yang boleh makan di tempat (dine-in) dikurangi dari maksimal lima orang menjadi dua orang, mulai 27 September hingga 24 Oktober.

Selain itu, karyawan yang bisa bekerja dari rumah (WFH) harus menerapkan metode kerja tersebut sejak 27 September hingga 24 Oktober. Pembelajaran jarak jauh untuk pelajar juga akan diperpanjang hingga 7 Oktober 2021.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts