Aktivis Greta Thunberg Sentil Politisi Global, Sebut Janji Perubahan Iklim Hanya 'Omdo'
Instagram/gretathunberg
Dunia

Meski masih berusia 18 tahun, aktivis asal Swedia tersebut bahkan berani mengecam para pemimpin karena telah membuat janji-janji kosong terkait aksi terhadap krisis iklim global.

WowKeren - Konferensi Tingkat Tinggi yang akan membahas iklim dunia akan digelar dalam beberapa minggu ke depan. Menjelang gelaran itu, aktivis terkenal Greta Thunberg kembali meningkatkan tekanan pada para pemimpin global pada rapat umum lingkungan di Italia pada Selasa (28/9).

Greta terang-terangan menyebut bahwa para pemimpin global itu hanya berbicara tanpa melakukan aksi nyata. Thunberg membuat pernyataan tersebut selama pidato utama di KTT Youth4Climate di Milan. Acara terkait lingkungan ini telah menarik ribuan peserta.

Greta sendiri merupakan seorang aktivis asal Swedia yang masih berusia 18 tahun. Meski begitu, ia jarang menghindar dari menghadapi politisi. Ia bahkan berani mengecam para pemimpin karena telah membuat janji-janji kosong. Kegagalan mereka, disebutnya adalah "pengkhianatan terhadap semua generasi sekarang dan mendatang."

"Bangun kembali dengan lebih baik. Bla, bla, bla. Ekonomi hijau. Bla bla bla. Net-zero pada tahun 2050. Bla, bla, bla," katanya menurut The Guardian. Meski kata itu memang terdengar hebat, tetapi hingga kini belum ada hasil nyata maupun aksi sebagai tindak lanjutnya.


"Hanya ini yang kami dengar dari apa yang disebut sebagai pemimpin kami. Kata-kata yang terdengar hebat tetapi sejauh ini belum membuahkan tindakan," tegas Greta. "Harapan dan ambisi kami tenggelam dalam janji-janji kosong mereka."

Pertemuan yang digelar di Milan itu dilakukan 5 minggu sebelum KTT iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Skotlandia yang dikenal sebagai COP26. Dalam pertemuan ini, para pemimpin dunia diharapkan bekerja sama untuk melakukan upaya terkoordinasi untuk mengurangi emisi iklim.

Beberapa ahli mengatakan KTT mungkin menjadi salah satu peluang terakhir bagi para pemimpin untuk mulai memberlakukan perubahan yang diperlukan. Sebab jika tidak segera ada perubahan maka ancaman akan kian serius terkait iklim dan dampaknya terhadap kelangsungan hidup manusia.

Sementara itu untuk pertemuan Milan yang dihadiri Greta, sebanyak ribuan orang turut meramaikannya, yang dikenal dengan PreCOP26. Para menteri iklim dan energi dijadwalkan bertemu di kota Italia akhir pekan ini dan memeriksa proposal untuk presentasi di KTT PBB bulan depan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts