Hukum Filipina menetapkan usia minimal hubungan seksual yang legal dan bukan kriminal (sexual consent) adalah 12 tahun. Namun kini sudah dirumuskan RUU untuk mengubahnya menjadi 16 tahun.
- Elvariza Opita
- Rabu, 29 September 2021 - 18:39 WIB
WowKeren - Selain perkara pemberantasan narkoba, Filipina juga kerap menjadi sorotan karena batas minimal usia seseorang secara sah dan legal diperkenankan berhubungan seksual. Usia consent minimal yang diperbolehkan konstitusi Filipina adalah 12 tahun, atau dengan kata lain anak berusia 12 tahun ke atas dianggap sudah sepenuhnya sadar dan memahami konsekuensi berhubungan seksual.
Lewat regulasi ini, pernikahan anak hingga ibu berusia sangat muda mudah sekali ditemui di Filipina. Banyak pula kejadian kekerasan seksual dengan anak-anak berusia belasan tahun menjadi korban, namun karena batas minimal usia consent adalah 12 tahun menyebabkan pelaku tidak bisa dipidana.
Namun akhirnya Senat Filipina menyelesaikan konstitusi baru terkait usia minimal berhubungan seksual yang legal pada awal pekan ini. Dengan demikian, regulasi yang disusun Senat akan disatukan dengan naskah milik House of Representatives (DPR) yang sudah menyelesaikan bagian mereka sejak Desember 2020 lalu.
Bila naskah kedua pihak sudah mencapai titik temu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan segera meneken regulasi tersebut. Dan bila sudah diundangkan, maka Filipina tidak akan lagi menjadi negara dengan usia sexual consent terendah di Asia Tenggara maupun salah satu di dunia.
Regulasi yang baru menyebut, anak-anak berusia 15 tahun atau lebih muda bisa menjadi korban rayuan dan pemaksaan kegiatan seksual oleh orang yang lebih tua. Dan apabila terjadi kontak seksual, maka hukum Filipina menyatakannya sebagai pemerkosaan dan dihukum dengan penjara seumur hidup.
"Hukum yang berlaku sekarang mengizinkan orang dewasa untuk berhubungan seksual dengan anak-anak berusia 12 tahun. Anak-anak kita akan diminta untuk memberi kesaksian di persidangan, mengingat kembali masa traumatis yang mereka alami, hanya untuk membuktikan ada pemerkosaan yang terjadi," tutur Senator Filipina, Risa Hontiveros, dalam pernyataannya, dikutip dari Vice News, Rabu (29/9).
"Rasa sakit mengingat masa traumatis itu sendirian sudah menyakiti banyak anak Filipina. Belum lagi dengan luka psikis dan emosional yang dialami, itu adalah bentuk kekejaman dan tidak boleh lagi terjadi di masa depan," tegasnya.
Namun RUU yang dibentuk Senat Filipina ini mengecualikan hubungan seksual atas dasar suka sama suka yang dilakukan antara remaja berusia 14-15 tahun dengan yang berusia setidaknya tiga tahun lebih tua darinya. Senat mengklaim lebih fokus untuk menjerat para orang dewasa yang memanfaatkan konstitusi untuk melampiaskan nafsu mereka kepada anak-anak tak berdaya.
(wk/elva)