Jepang Cabut Status Darurat, Tokyo Disneyland dan Universal Studios Tambah Jumlah Pengunjung
Dunia
Pandemi Virus Corona

Oriental Land Co., selaku operator yang mengelola Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea, mengatakan bahwa taman hiburan akan buka dari pukul 10 pagi hingga 7 malam.

WowKeren - Jepang telah mencabut sepenuhnya status darurat COVID-19 pada hari ini, Jumat (1/10). Ini pertama kalinya sejak April bahwa seluruh negara tidak berada di bawah tindakan untuk mengekang infeksi.

Keadaan darurat yang mencakup Tokyo dan 18 prefektur lainnya, serta keadaan darurat semu berakhir pada Kamis. Hal itu menyusul penurunan yang stabil dalam kasus-kasus baru virus corona secara nasional yang diikuti dengan meredanya ketegangan pada sistem medis negara itu.

Tak ayal, ini menjadi kabar gembira bagi banyak pelaku bisnis, termasuk hiburan. Tokyo Disneyland misalnya. Taman hiburan Disney serta Universal Studios Japan akan meningkatkan jumlah maksimum pengunjung harian mereka, dari yang sebelumnya 5.000 menjadi 10.000 mulai hari ini.

Meski demikian, pihak operator mengatakan jika mereka akan tetap mempertahankan jam operasional yang dipersingkat. Oriental Land Co., yang mengelola Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea, mengatakan bahwa taman hiburan akan buka dari pukul 10 pagi hingga 7 malam.


"Kami akan terus mengoperasikan taman sesuai dengan permintaan pemerintah dan otoritas setempat," kata operator tersebut. "Dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan para tamu dan pemeran kami."

Sementara itu, sejak Jepang memberlakukan status darurat, warga diminta untuk menahan diri agar tidak bepergian. Tentu saja seperti sudah bisa ditebak ketika status darurat ini dicabut maka sektor pariwisata melihat peningkatan pemesanan untuk wisata domestik dan akomodasi.

All Nippon Airways Co. misalnya. Maskapai ini menerima sekitar 50.000 reservasi pada hari Rabu (29/9), 10 kali lebih banyak dari rata-rata sebulan yang lalu.

Di bawah keadaan darurat, restoran dan bar diminta tutup pada pukul 8 malam dan tidak menyajikan alkohol. "Saya benar-benar ingin menyambut ini sebagai langkah pertama," kata Atsunori Matsuda, seorang pemilik restoran berusia 80 tahun di Shimbashi.

Pemerintah akan melanjutkan selama sekitar satu bulan untuk meminta restoran dan tempat makan lainnya tutup pada pukul 8 malam. Di Tokyo, pemerintah metropolitan memutuskan bahwa perusahaan dapat menyajikan alkohol jika mereka menerima sertifikasi untuk tindakan anti-COVID mereka.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts