Siap-Siap! RI Bisa Masuk New Normal Asal 3 Syarat Utama Ini Terpenuhi
Pixabay/Pascal K├Ânig
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap pemerintah sudah mulai mempersiapkan roadmap menuju new normal yang bisa tercapai bila 3 syarat berikut dipenuhi.

WowKeren - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap bahwa pemerintah mulai menyusun roadmap menuju era normal baru alias new normal. Hal ini tak lepas dari semakin menurunnya kasus COVID-19 di Tanah Air, juga pemahaman bahwa pandemi ini cepat atau lambat akan bertransisi menjadi endemi.

Namun menurut Airlangga, sebagaimana ia sampaikan di siaran pers pada Rabu (6/10), terdapat tiga syarat utama yang harus dipenuhi agar Indonesia bisa memasuki era normal baru tersebut. Apa sajakah?

"Sudah tercapainya kekebalan kelompok (herd immunity)," ujar Airlangga dalam siaran persnya, dikutip pada Kamis (7/10). "Intensifikasi vaksinasi hingga 2,5 juta dosis per hari dan kasus baru kurang dari 5 ribu."

Herd immunity tentu saja menjadi syarat utama yang saat ini terus dikejar oleh pemerintah. Terbukti dari ditingkatkannya laju vaksinasi COVID-19 agar kekebalan kelompok bisa terbentuk sesegera mungkin.


Airlangga pun menegaskan, strategi pengendalian wabah COVID-19, baik di hulu dan hilir, sudah berjalan dengan baik. Salah satu indikatornya adalah angka reproduksi virus (Rt) yang relatif lebih rendah daripada angka global dan negara lain, yakni 0,6.

"Kalau kita bandingkan dengan negara lain, misalnya Singapura angkanya masih 1,44, Inggris 0,97, dunia 0,92, Amerika 0,9, India 0,86, Filipina 0,85, Malaysia 0,81," tutur Airlangga. "Jadi Indonesia adalah salah satu yang terbaik dalam penanganan COVID-19."

Ada beberapa metode yang menjadi kunci berhasilnya pengendalian wabah. Seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), peningkatan testing dan tracing, hingga akselerasi vaksinasi. Khusus indikator terakhir, Indonesia sudah mencapai 100 juta dosis lebih dan mendapat pujian dari Bank Dunia.

Indikator ini, imbuh Airlangga, tercapai berkat kolaborasi dengan TNI-Polri. Sedangkan beberapa kebijakan lain yang membantu termasuk isolasi terpusat dengan memanfaatkan rusun, asrama haji, hingga kapal PELNI yang menurut Airlangga tidak ditemui di negara lain.

"Isolasi Terpusat adalah di antara isolasi mandiri di rumah dan di rumah sakit," katanya. "Kita ketahui masyarakat kita tidak semuanya mempunyai rumah yang bisa melakukan isolasi mandiri, sehingga berisiko memunculkan klaster keluarga yang menyebabkan kenaikan kasus."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts