Pertama Sejak Maret 2020, India Kembali Buka Pintu Wisata Mulai 15 Oktober
pixabay.com/nonmisvegliate
Dunia

Setelah menuai sorotan beberapa waktu lalu ketika gelombang pandemi COVID-19 menghantam hingga menyiksa sistem medisnya, India kini telah membuka kembali pariwisatanya.

WowKeren - Seiring dengan meluasnya penyebaran vaksin COVID-19, proses pemulihan pun juga mulai dilakukan. Seperti diketahui, pandemi COVID-19 telah memukul industri pariwisata dunia seiring dengan diberlakukannya berbagai macam pembatasan untuk mengekang penyebaran virus.

India menjadi salah satu negara yang cukup menuai sorotan beberapa waktu lalu ketika gelombang pandemi menghantam negara ini. Namun kini, negara tempat berdirinya Taj Mahal itu telah membuka kembali pariwisatanya mulai Oktober.

Seiring dengan langkah ini, warga negara asing dapat kembali mengajukan permohonan visa. Ini adalah pertama kalinya sejak Perdana Menteri Narendra Modi memberlakukan penguncian ketat pada Maret 2020 ketika negara itu berkutat dengan pandemi. Pengumuman ini disampaikan oleh kementerian dalam negeri melalui sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (7/10).


"Setelah mempertimbangkan berbagai masukan, MHA (kementerian dalam negeri) telah memutuskan untuk mulai memberikan Visa Turis baru," kata kementerian. "Untuk orang asing yang datang ke India melalui penerbangan carteran yang berlaku mulai 15 Oktober 2021."

Warga negara lain bisa masuk ke India melalui penerbangan komersial dengan visa turis baru mulai 15 November 2021. India merupakan satu dari sekian banyak negara di mana sektor pariwisata memainkan peranan yang penting. Selama tahun 2019 saja, negara dengan ekonomi terbesar di Asia itu mencatat ada 10,93 juta turis yang datang.

Meski demikian, kementerian menekankan bahwa turis asing yang datang harus tetap menerapkan semua protokol kesehatan. Tak hanya turis asing namun juga operator yang membawa mereka ke India dan semua pemangku kepentingan lainnya di stasiun pendaratan.

Negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu dilanda gelombang infeksi virus corona yang parah tahun ini. Pada bulan Mei tercatat ada sekitar 4.000 kematian harian. Namun sejak itu, kasus mulai melambat menjadi sekitar 20.000 infeksi harian baru. Angka kematian juga menurun menjadi 200 hingga 300 selama beberapa pekan terakhir. Negara ini juga telah melakukan vaksinasi ke penduduknya yang sebagian besar menggunakan AstraZeneca buatan India.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait