COVID-19 Meningkat di Wilayah Thailand yang Dekat dengan Perbatasan Malaysia
Pexels/Martin Pechy
Dunia

Empat provinsi perbatasan, yang dikenal sebagai 'Deep South' di negara itu, semuanya berada di antara sepuluh besar wilayah Thailand yang mencatat infeksi harian baru.

WowKeren - Thailand masih melaporkan adanya peningkatan kasus COVID-19 di wilayahnya. Empat provinsi yang terletak di wilayah selatan Thailand masih mencatat tingkat infeksi yang terus meningkat. Adapun empat provinsi selatan tersebut dekat dengan perbatasan Malaysia.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan jika PM Prayut Chan-o-cha telah memerintahkan Sekretaris Tetap Kesehatan Masyarakat untuk mengunjungi dan menilai situasi di sana. Perdana menteri telah meminta agar situasi dikendalikan dalam dua bulan ke depan.

Pusat Administrasi Situasi COVID-19 (CCSA) negara itu mengatakan bahwa empat provinsi perbatasan, yang dikenal sebagai "Deep South" di Thailand, semuanya berada di antara sepuluh besar wilayah Thailand yang mencatat infeksi harian baru. Adapun provinsi yang dimaksud yakni Songkhla, Yala, Pattani, dan Narathiwat.

Juru bicara pemerintah mengatakan perdana menteri sangat prihatin dengan situasi COVID-19 di provinsi paling selatan. Juru bicara itu mengatakan targetnya adalah mengurangi tingkat infeksi sebesar 10 persen setiap minggunya.


Untuk itu, perdana menteri telah menasihati komite penyakit menular provinsi untuk mengambil tindakan yang lebih tegas. Beberapa di antaranya termasuk memberlakukan pembatasan yang lebih ketat mengenai jarak sosial dan pertemuan, membuat akses ke alat tes antigen lebih mudah dan menyiapkan ruang di rumah sakit bagi mereka yang terinfeksi.

Juru bicara itu juga mengumumkan bahwa Kementerian Kesehatan Masyarakat telah meningkatkan upayanya di wilayah tersebut. Pemerintah dikatakannnya telah mengirimkan lebih dari satu juta tablet obat anti-virus Favipiravir, 20.000 alat uji antigen, 100 konsentrator oksigen, 100.000 dosis vaksin Pfizer, dan 25.000 dosis vaksin AstraZeneca.

Sementara itu terkait faktor penyebab masih tingginya tingkat infeksi di sana adalah tak lepas dari kebiasaan masyarakat setempat. Masyarakat yang sebagian besar adalah Muslim Melayu kerap bertemu untuk minum teh dan melangsungkan acara keagamaan.

Yang jadi permasalahan adalah, pertemuan ini biasanya berlangsung dengan orang-orang tidak mengenakan masker maupun menjaga jarak sosial. Selain itu, faktor lainnya adalah terkait penyebaran informasi yang salah terkait vaksin COVID-19.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait