ISIS Akui Dalangi Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Afghanistan, Hampir 100 Orang Jadi Korban
AP Photo
Dunia

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri di sebuah masjid Muslim Syiah di Kunduz, Afghanistan. Serangan dilaporkan terjadi saat ibadah salat Jumat.

WowKeren - Kota Kunduz, Afghanistan diguncang dengan ledakan bom bunuh diri di salah satu masjid umat Syiah mereka. Bom ini meledak ketika umat Muslim Syiah melaksanakan ibadah Salat Jumat di masjid tersebut.

Pejabat setempat mengklaim setidaknya 100 orang menjadi korban dalam ledakan ini, baik yang meninggal dunia ataupun yang terluka. Meski demikian, pejabat tersebut tidak bisa memastikan jumlah korban akibat peristiwa berdarah ini.

Dan sesudah berjam-jam berlalu tanpa pengakuan mengenai siapa yang bertanggung jawab akibat ledakan ini, kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) akhirnya mengklaim menjadi dalang. Melalui kanal Telegram-nya, ISIS membenarkan bahwa bom bunuh diri itu diledakkan oleh salah satu orangnya.


"(Seorang pelaku bom bunuh diri) meledakkan rompi peledak di tengah kerumunan jemaah Syiah di masjid," demikian kutipan pernyataan ISIS, dilansir dari CGTN pada Sabtu (9/10). Sejauh ini berbagai media pemberitaan mengabarkan setidaknya 55 orang meninggal dunia akibat ledakan bom bunuh diri tersebut.

Ledakan bom bunuh diri ini juga sangat disoroti oleh Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB / UN) di Afghanistan menyatakan serangan ini adalah yang kesekian kalinya dalam pekan ini. "Insiden hari ini adalah bagian dari pola kekerasan yang mengganggu. (Itu adalah) serangan mematikan ketiga minggu ini yang tampaknya menargetkan lembaga-lembaga agama," ujar perwakilan PBB tersebut.

Sementara Taliban yang kini berkuasa atas Afghanistan juga mengutuk insiden berdarah yang terjadi karena banyak pula korban dari pihak mereka. "Sore ini, sebuah ledakan terjadi di sebuah masjid rekan-rekan Syiah kami ... akibatnya sejumlah rekan kami menjadi martir dan terluka," tutur Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, Jumat (8/10).

Sebelum ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan mematikan ini, banyak yang telah menduga kelompok jihadis itu terlibat. Sebab sebelumnya ISIS, spesifiknya ISIS-K yang terafiliasi erat dengan Afghanistan, bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri di dekat Bandara Kabul ketika gelombang evakuasi besar-besaran terjadi bulan Agustus 2021.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts