Karantina Turis Asing Dipangkas Jadi 5 Hari, Pemerintah Siapkan Puluhan Hotel Di Bali Sebagai Wisman
Pxhere
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Penerbangan internasional bandara Ngurah Rai Bali akan mulai dibuka pada 14 Oktober mendatang. Dengan demikian, pemerintah mempersiapkan segalah kebutuhan kebijakan prokes bagi wisatawan asing.

WowKeren - Pemerintah memutuskan kembali membuka penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai Bali yang dimulai pada 14 Oktober mendatang. Selain itu, pemerintah juga memberi pelonggaran dengan memangkas masa karantina yang semula 8 hari menjadi 5 hari.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menuturkan bahwa kebijakan tersebut diambil berdasarkan dari arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat yang digelar pada 7 Oktober lalu. Selain itu, Sandi menuturkan bahwa keputusan itu juga telah mendapatkan keyakinan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sandi menerangkan bahwa meski karantina dipangkas menjadi 5 hari, pihaknya tetap mengimplementasikan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat. Pemerintah sendiri kini terus berusaha mempersiapkan lokasi karantina bagi para Warga Negara Asing (WNA) dan wisman yang nantinya masuk ke Indonesia.

Di Bali, kata Sandi, pemerintah mempersiapkan 35 hotel sebagai lokasi karantina COVID-19. Hal ini menyusul rencana dibukanya kembali penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai.


Akan tetapi, Sandi tidak menyebutkan secara detail hotel mana saja yang digunakan sebagai tempat karantina. Ia hanya memastikan protokol kesehatan (prokes) akan semakin ditingkatkan dalam pembukaan kembali wisata tersebut.

Sandi menegaskan bahwa hotel dan lokasi yang menjadi tempat karantina, harus benar-benar dipersiapkan guna memastikan para wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia tidak memicu penyebaran COVID-19. "Persiapan kita tingkatkan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, sebab peran serta masyarakat paling utama supaya Bali kembali menjadi destinasi wisatawan mancanegara," terang Sandi di Yogyakarta, Jumat (8/10).

Selain itu, Sandi menegaskan bahwa dibukanya kembali Bandara Internasional Ngurah Rai akan dibarengi dengan penerapan prokes ketat. Ia mengatakan bahwa wisatawan mancanegara juga akan diskrining ketat untuk meminimalisir penularan COVID-19.

"Kita juga sudah waspada dengan tingkatkan testing, tracing kepada wisatawan mancanegara serta awasi proses vaksinasi yang sudah terintegrasi pada PeduliLindungi," tandas Sandi. "Kita pastikan keselamatan masyarakat Bali, setiap destinasi wisata harus diantisipasi semuanya dengan prokes."

Meski demikian, Sandi mengaku bahwa pihaknya tidak terburu-buru untuk menetapkan target dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke mancanegara Bali. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah para pelaku parekraf di Bali telah siap menyambut dan menerima kunjungan wisatawan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts