Presiden Taiwan Tegaskan Tak Akan Tunduk Oleh Tekanan, Tiongkok Beri Kecaman
Unsplash/Frolda
Dunia

Pada Minggu (10/10), Kantor Urusan Taiwan Tiongkok menyatakan bahwa pidato Presiden Taiwa Tsai Ing-wen telah menghasut konfrontasi dan memutarbalikkan fakta.

WowKeren - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan pernah tunduk pada tekanan Tiongkok. Tak hanya itu, Taiwan juga akan berupaya untuk terus mempertahankan demokrasinya. Hal itu diungkapkan oleh Tsai Ing-wen pada rapat umum yang diadakan untuk menandai Hari Nasional Taiwan.

Pidato Tsai Ing-wen tersebut lantas mendapat kecaman dari Tiongkok. Pada Minggu (10/10), Kantor Urusan Taiwan Tiongkok menyatakan bahwa pidato Tsai Ing-wen telah menghasut konfrontasi dan memutarbalikkan fakta.

Pihak Tiongkok menambahkan bahwa menuntut kemerdekaan Taiwan sama dengan menutup pintu untuk dialog. Beijing sendiri hanya menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri.

Sebagai informasi, pidato keras Tsai Ing-wen disampaikan sehari setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping berjanji untuk mewujudkan "penyatuan kembali secara damai" dengan Taiwan. Xi Jinping juga menjanjikan wilayah yang diperintah sendiri.


"Tidak ada yang boleh meremehkan tekad, kemauan, dan kemampuan kuat rakyat Tiongkok untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial," tutur Xi Jinping pada Sabtu (9/10).

Seperti yang diketahui, Taiwan yang dipimpin secara demokratis, selama ini telah mendapat banyak tekanan militer dan politik yang meningkat dari Beijing untuk menerima kedaulatannya. Akan tetapi, Taipei telah berjanji untuk mempertahankan kebebasannya dan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan mereka.

Dalam perayaan hari nasional Taiwan yang jatuh pada Minggu (10/10), Tsai Ing-wen mengatakan pemerintahannya tidak akan "bertindak gegabah" tetapi "sama sekali tidak boleh ada ilusi bahwa rakyat Taiwan akan tunduk pada tekanan". Presiden Tsai yang berusia 65 tahun dianggap sebagai separatis oleh Beijing karena penolakannya untuk mengakui bahwa Taiwan adalah bagian dari "Satu Tiongkok".

Pidato Presiden Tsai kemudian diikuti dengan parade berbagai persenjataan, termasuk peluncur rudal dan kendaraan lapis baja. Jet tempur dan helikopter juga melambung tinggi. Pertunjukan kekuatan udara diikuti oleh sekelompok tank dan truk CM32 yang membawa sistem rudal.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait