Taliban Klaim AS Setuju Beri Bantuan Kemanusiaan Untuk Afghanistan
Dunia

Washington disebut membebaskan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan setelah setuju untuk tidak menghubungkan bantuan semacam itu dengan pengakuan formal terhadap Taliban.

WowKeren - Taliban menyatakan bahwa Amerika Serikat telah setuju untuk menyediakan bantuan kemanusiaan bagi Afghanistan. Hanya saja, AS disebut masih menolak untuk memberikan pengakuan politik terhadap Taliban sebagai penguasa baru Afghanistan.

Sementara itu, pihak AS memberikan pernyataan yang kurang definitif. Mereka hanya mengatakan bahwa kedua belah pihak "membahas pemberian bantuan kemanusiaan yang kuat dari Amerika Serikat, langsung kepada rakyat Afghanistan".

Pernyataan itu muncul di akhir pembicaraan langsung pertama antara Taliban dan AS sejak akhir Agustus 2021 lalu. Pembicaraan itu digelar ketika AS dan Inggris memperingatkan warganya pada Minggu (10/10) malam untuk menjauh dari hotel di ibu kota Afghanistan, Kabul, khususnya Hotel Serena yang terkenal.

Adapun pihak Taliban mengatakan bahwa pembicaraan dengan AS yang digelar di Doha, Qatar, "berjalan dengan baik". Washington disebut membebaskan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan setelah setuju untuk tidak menghubungkan bantuan semacam itu dengan pengakuan formal terhadap Taliban.


Sedangkan pihak AS memperjelas bahwa pembicaraan itu sama sekali bukan pembukaan pengakuan terhadap Taliban. Menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Prince, diskusi tersebut "terus terang dan profesional". Pihak AS juga kembali menegaskan bahwa Taliban akan dinilai berdasarkan tindakan mereka dan bukan hanya kata-kata.

"Delegasi AS berfokus pada masalah keamanan dan terorisme dan perjalanan yang aman bagi warga AS, warga negara asing lainnya dan mitra Afghanistan kami, serta pada hak asasi manusia, termasuk partisipasi yang berarti dari wanita dan anak perempuan dalam semua aspek masyarakat Afghanistan," jelas Prince dalam sebuah pernyataan.

Di sisi lain, juru bicara politik Taliban Suhail Shaheen mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri sementara mereka telah meyakinkan AS bahwa Taliban berkomitmen untuk menjaga tanah Afghanistan agar tak digunakan oleh para ekstremis untuk melancarkan serangan terhadap negara lain. Meski demikian, Taliban telah menyatakan tak butuh bantuan Washington dalam menghadapi afiliasi ISIS yang makin aktif di Afghanistan.

Kelompok ISIS yang merupakan musuh Taliban telah mengklaim bertanggungjawab atas sejumlah serangan di Afghanistan. Termasuk ledakan di salah satu Masjid Syiah di Afghanistan yang menimbulkan banyak korban jiwa.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait