Kasus COVID-19 RI Capai Angka 4,2 Juta, Kemenkes Ungkap Situasi Telah Membaik
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, situasi pandemi COVID-19 di Indonesia kini telah lebih baik dibanding sebelumnya.

WowKeren - Indonesia mencatatkan 1.233 kasus positif COVID-19 baru pada Rabu (13/10). Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Tanah Air kini mencapai angka 4.231.046 kasus.

Adapun jumlah pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 2.259 orang pada Rabu. Sehingga jumlah kumlatif angka kesembuhan COVID-19 kini telah mencapai 4.067.684.

Selain itu, Indonesia juga melaporkan 48 kasus kematian akibat COVID-19 pada Rabu. Dengan begitu, total angka kematian akibat COVID-19 kini mencapai 142.811 orang.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, situasi pandemi Indonesia kini telah lebih baik dibanding sebelumnya. Pemerintah disebutnya terus berupaya untuk mempertahankan tren positif tersebut.

"Pemerintah berupaya mempertahankan kasus serendah mungkin, dengan penurunan kasus yang konsisten, tren positif yang terus ditunjukkan oleh negara kita untuk mengendalikan pandemi COVID-19," tutur Nadia dalam konferensi pers pada Rabu.

Perbaikan ini dapat dilihat dari menurunnya kasus konfirmasi positif COVID-19 mingguan selama kurang lebih dua bulan terakhir. Selain itu, jumlah kasus kematian akibat COVID-19 juga ikut menurun.


"Jumlah kasus (positif) mingguan turun 23 persen dibandingkan minggu sebelumnya, sedangkan jumlah kematian turun 32 persen," ungkap Nadia. "Memang masih menyisakan beberapa provinsi yang masih cukup tinggi jumlah kasus dan kematiannya, seperti di Kalimantan Utara. Walaupun situasinya sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya."

Tak hanya tingkat kasus positif dan kematian yang menurun, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan alias BOR di seluruh provinsi juga tak ada yang melebihi 60 persen. Hal ini menunjukkan perbaikan situasi pandemi COVID-19 di Tanah Air.

"Sehingga kami berharap layanan-layanan lainnya bisa kembali berjalan seperti semula, tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan," lanjut Nadia.

Meski demikian, Nadia juga mengingatkan masyarakat untuk terus menaati protokol kesehatan. Hal ini masih perlu dilakukan demi mencegah lonjakan kasus COVID-19, seperti yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu imbas meningkatnya mobilitas masyarakat.

"Kami ingin kembali mengingatkan bagaimana kondisi kita pada bulan Juni-Juli, dimana kasus COVID-19 kita meningkat dengan sangat tajam setelah terjadinya peningkatan pergerakan yang diikuti oleh protokol kesehatan yang kendor," pungkas Nadia.

Di sisi lain, sejumlah ahli telah memperingatkan potensi gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia yang bisa datang pada akhir 2021 atau awal 2022. Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien COVID-19 RSLI, Radian Jadid, lantas mengungkapkan tujuh hal yang dapat memicu gelombang ketiga COVID-19 tersebut. Salah satunya adalah pembukaan tempat hiburan umum, perbelanjaan, serta dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts