Soroti Aksi 'Smackdown' Oknum Polisi, DPR Minta Polri Ingatkan Protap Penanganan Aksi Demonstrasi
AFP
Nasional

Aksi 'smackdwon' yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap salah satu mahasiswa saat melakukan aksi demo di depan kantor Bupati Tangerang itu turut disoroti oleh DPR.

WowKeren - Belakangan ini viral sebuah video yang menunjukkan aksi banting ala "smackdown" yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap mahasiswa yang tengah melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang. Atas aksi ini, oknum polisi tersebut diketahui telah meminta maaf kepada korban.

Aksi banting mahasiswa itu pun menjadi sorotan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Sufmi pun meminta agar Polri mengingatkan kembali para jajarannya mengenai prosedur tetap (protap) penanganan aksi demonstrasi kepada seluruh kepolisian di Indonesia.

"Kami minta kepada jajaran kepolisian untuk kembali menyegarkan kepada aparatnya protap mengenai penanganan demo," terang Sufmi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kmais (14/10). "Sehingga kita harapkan lagi tidak terjadi hal-hal yang seperti itu."

Sufmi menegaskan agar aparat kepolisian bisa lebih bersikap humanis dalam setiap melakukan tugas, terutama saat menghadapi para demonstran yang notabennya menyampaiakan aspirasi. Sebelumnya, Kapolda Banten pun telah menyampaikan minta maaf atas insiden tersebut, termasuk juga oknum polisi yang melakukan aksi "smackdown" itu.


Sementara mengenai penegakan hukum terhadap oknum polisi tersebut, kata Sufmi, sedang diproses dan ditangani oleh Propam Polri. Ia pun mengatakan bahwa hal tersebut telah diserahkan sepenuhnya dengan aturan yang berlaku.

Seperti yang diketahui, dalam video yang tersebar di berbagai media sosial itu, menunjukkan bagwa oknum polisi pada awalnya memiting bagian leher mahasiswa. Kemudian, oknum tersebut membanting korban hingga terkapar dan tidak sadarkan diri di lantai beton.

Akibat pembantingan itu, mahasiswa tersebut meringis kesakitan dan sempat kejang-kejang. Sejumlah anggota polisi lainnya yang mengetahui hal tersebut, langsung membangunkan korban sambil menanyakan kondisinya.

Korban berinisial MFA itu juga telah di bawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan serta melakukan rontgen. Hasil rontgen yang disampaikan oleh Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro menunjukkan tidak mengalami fraktur atau cedera serius akibat insiden tersebut.

Selain itu, Wahyu juga memastikan bahwa proses penegakan hukum bagi oknum polisi tersebut akan tetap berlanjut, meski yang bersangkutan telah meminta maaf. Menurutnya, insiden itu merupakan refleks semata.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts