Jepang, AS dan Korsel Berencana Bertemu Untuk Bahas Soal Uji Coba Rudal Korut
AFP/JIJI
Dunia

Jepang, AS, dan Korsel bakal segera bertemu untuk membahas mengenai uji coba rudal yang dilakukan Korut beberapa waktu belakangan ini. Pertemuan ini rencananya akan digelar di Ibu Kota AS.

WowKeren - Jepang, Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) berencana untuk melakukan pertemuan pada pekan depan. Adapun pembahasan dalam pertemuan itu nantpinya salah satunya adalah terkait dengan uji coba rudal balistik yang telah dilakukan Korea Utara (Korut) beberapa waktu lalu.

Adapun uji coba rudal yang dilakukan Korut itu membuat ketiga negara tersebut khawatir akan wilayah diplomatik mereka. Pertemuan itu nantinya akan menjadi yang pertama sejak pergantian Perdana Menteri (PM) Jepang. Hal ini diungkapkan oleh sumber diplomatik Jepang.

Melansir Kyodo News, pertemuan itu diharapkan untuk menunjukkan kerja sama trilateral mereka karena Korut terus memperingatkan kawasan itu seperti melalui uji coba rudal balistik jarak pendek baru-baru ini. Selain itu, juga membahas mengenai Pyoyang yang mengklaim sebagai rudal hipersonik yang baru dikembangkan.


Adapun yang akan menghadiri pertemuan tersebut adalah Takehiro Funakoshi selakub Kepala Biro Urusan Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Jepang, Perwakilan Khusus AS untuk Korut Sung Kim, dan Perwakilan Khusus Korsel untuk perdamaian dan keamanan Semenanjung Korea, Noh Kyu Duk. Sebelumnya, mereka telah bertemu pada 14 September lalu di Tokyo.

Pertemuan tersebut rencananya bakal digelar di Ibu Kota AS, dan ketiganya akan berbagi keprihatinan mereka atas program pengembangan nuklir dan rudal Pyongyang dan menegaskan kebutuhan untuk mengejar denuklirisasinya. Menlu AS, Antony Blinken mengatakan bahwa peluncuran rudal Korut yang dilakukan itu bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB, sehingga harus dianggap "sangat serius" karena menciptakan prospek lebih besar untuk ketidakstabilan dan ketidakamanan.

Sementara Jepang sendiri telah melayangkan protes kepada Korut atas uji coba senjata tersebut. Kemudian Menlu Korsel, Chung Eui Yong juga mengatakan bahwa pihaknya pada awal bulan Oktober merupakan waktu yang sudah matang untuk mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Korut sebagai cara untuk menarik Pyongyang ke meja perundingan.

Di sisi lain, Pemerintahan Presiden As, Joe Biden telah menegaskan kembali kesediannya untuk terlibat dengan Korut dalam menuju denuklirisasi, akan tetapi belum juga ada kemajuan yang terlihat. Sementara itu, AS dan sekutu keamanannya di Asia-Jepang dan Korsel tidak memiliki hubungan dengan Korut.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts