Negara di Kepulauan Pasifik Jadi Yang Pertama di Dunia Capai Tingkat Vaksinasi 99 Persen
AFP
Dunia
Vaksin COVID-19

Palau baru mencatat kasus COVID-19 pertamanya pada Agustus 2021. Pada 13 Oktober, negara ini hanya mencatat delapan kasus infeksi COVID-19, tanpa angka kematian yang dilaporkan.

WowKeren - Sebuah negara kepulauan kecil di Pasifik, Palau, baru-baru ini menjadi salah satu negara yang mencatat tingkat vaksinasi paling tinggi di dunia. Bagaimana tidak, negara tersebut telah melakukan vaksinasi ke lebih dari 99 persen populasinya.

Palau, yang memiliki populasi 17.651 jiwa, telah memvaksin 16.152 orang penduduknya. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (MHHS). Orang-orang tersebut telah divaksin secara penuh. Sedangkan 554 orang dewasa lainnya yang berusia di atas 18 tahun telah menerima suntikan ketiga.

Negara ini baru mencatat kasus COVID-19 pertamanya pada Agustus 2021. Ini pun merupakan kasus impor dari Guam, sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu Agency. Pada 13 Oktober, Palau hanya mencatat delapan kasus infeksi COVID-19, tanpa angka kematian yang dilaporkan, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dengan ukuran populasi yang kecil, pulau yang berpenduduk jarang ini tampak sepi. Keberhasilan tingkat vaksinasi yang tinggi di banyak negara Pasifik, seperti Fiji dan Kepulauan Cook telah dipuji oleh kepala Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Kantor Pasifik, Katie Greenwood.


Kepulauan Cook baru-baru ini mengumumkan telah memvaksinasi 96 persen populasi mereka. Sedangkan di Fiji, lebih dari 93 persen populasi yang memenuhi syarat telah menerima dosis pertama vaksin mereka, dan lebih dari 65 persen selesai dengan dosis kedua.

Namun, di sisi lain, IFRC juga menyoroti beberapa negara di Pasifik memiliki tingkat vaksinasi yang jauh lebih rendah. Di Papua Nugini misalkan, baru kurang dari 1 persen penduduknya yang sudah menerima dosis vaksin lengkap.

Menurut data dari Our World in Data, kurang dari 7 persen populasi Kiribati telah divaksinasi lengkap. Lalu, sekitar 4 persen populasi di Kepulauan Solomon telah divaksinasi penuh.

"Dengan pelonggaran pembatasan, penting bagi kita untuk mencapai vaksinasi yang lebih tinggi dan menjaga kesehatan masyarakat," kata IFRC yang menekankan perlunya penyediaan vaksin bagi negara-negara di kawasan ini dalam waktu secepat mungkin. "Tidak ada yang aman sampai kita semua aman."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts