FDA Setujui Mencampur Vaksin COVID-19, Tandai Langkah Besar Sosialisasikan Booster
AP Photo/David Zalubowski
Dunia
Vaksin COVID-19

FDA akhirnya memberikan izin untuk mencampur atau menggunakan vaksin COVID-19 yang berbeda untuk booster. Langkah ini dinilai sebagai tanda langkah besar dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

WowKeren - Pada Rabu (20/10), Regulator Amerika Serikat (AS) menandatangani perpanjangan penguat COVID-19 kepada warga negara tersebut yang mendapatkan vaksin Moderna atau Johnson&Johnson. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengatakan bahwa siapa pun yang memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan dosis ketiga atau booster, bisa menggunakan vaksin berbeda.

Adapun keputusan dari Food and Drug Administration (FDA) itu disebut sebagai langkah besar menuju perluasan sosialisasi booster di AS, yang dimulai dengan vaksin Pfizer terlebih dahulu. Meski demikian, Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) minta agar sebelum dilaksanakan suntikan booster, terlebih dahulu harus menyelesaikan rekomendasi resmi mengenai kelompok prioritas untuk mendapatkan suntikan booster dan waktu yang tepat.

Selain itu, langkah dari FDA yang mengizinkan untuk mencampur vaksin COVID-19 itu dinilai bisa semakin memperluas dan mempermudah masyarakat yang memenuhi syarat dan ingin untuk mendapatkan suntikan booster. Secara khusus, FDA mengizinkan suntikan booster Moderna untuk manula dan orang lain yang berisiko tinggi terpapar COVID-19 seperti berkaitan dengan masalah kesehatan, pekerjaan, atau yang telah menerima vaksin lebih dari enam bulan setelah suntikan terakhir.


Berdasarkan data dari FDA, booster Moderna disebut cukup untuk meningkatkan kekebalan imun kembali. Selain itu, FDA juga menjelaskan bahwa siapa pun yang telah mendapatkan vaksin Johnson&Johnson, bisa mendapatkan suntikan dosis kedua dengan jeda waktu setidaknya 2 bulan dari suntikan pertama.

FDA menekankan keputusan yang diambil dalam mengizinkan mencampur atau menggunakan vaksin COVID-19 yang berbeda untuk booster itu guna mempercepat tingkat vaksinasi, khususnya di panti jompo dan pengaturan institusional lainnya. Pejabat FDA mengungkapkan bahwa kebijakan mengenai suntikan booster akan dibuat sefleksibel mungkin, mengingat banyak orang tidak ingat merek vaksin yang telah mereka terima sebelumnya.

"Mampu menukar vaksin ini adalah hal yang baik, ini seperti apa yang kami lakukan dengan vaksin flu," terang Dr. Peter Marks dari FDA dilansir dari AP News, Kamis (21/10). "Kebanyakan orang tidak tahu merek vaksin yang mereka terima."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts