Soroti Peningkatan Upaya Tiongkok Di Ruang Angkasa, AS Ingin Tetap Jadi Yang Teratas
NASA/Cory Huston
Dunia

Saat ini, banyak negara diketahui tengah berupaya untuk mengembangkan industri di bidang ruang angkasa, tak terkecuali Tiongkok. Upaya dari Tiongkok memicu reaksi dari AS.

WowKeren - Tiongkok saat ini diketahui tengah meningkatkan upaya di bidang ruang angkasa. Hal ini menjadi perhatian dari subkomite luar angkasa dan Sains Senat Amerika Serikat (AS).

Pada Kamis (21/10), subkomite luar angkasa dan Sains Senat AS dengan beberapa anggota mengatakan Kongres akan bertindak untuk memastikan bahwa NASA mempertahankan peran kepemimpinannya dalam eksplorasi ruang angkasa. "Tidak ada yang akan keluar wirausahawan AS, itu seperti kata-kata terakhir yang terkenal," tutur Senator Richard Blumenthal, D-Conn.

Sebelumnya, tiga orang kru Shenzhou-16 Tiongkok tiba di Stasiun Luar Angkasa Tiongkok pada pekan lalu untuk tinggal selama enam bulan. Hal ini disebut sebagai misi terpanjang dalam sejarah Tiongkok dan suatu prestasi yang telah disaksikan oleh AS.


"Kita harus bekerja untuk menghindari perlombaan antariksa ala Perang Dingin," papar Senator Wyoming Cynthia Lummis, Republikan teratas di subkomite tentang kehadiran luar angkasa Tiongkok yang muncul. "Sayangnya, tampaknya beberapa negara kurang berkomitmen untuk ini daripada yang lain."

Sementara itu, subkomite bertemu dengan tujuan untuk memeriksa tindakan yang diperlukan, terutama di NASA. Selain itu juga untuk mempromosikan daya saing sektor ruang angkasa sipil dan komersial AS, menarik dan mempertahankan kemitraan global yang kuat. Kemudian melestarikan ruang angkasa AS di tengah meningkatnya persaingan internasional.

Menurutnya, itu juga merupakan langkah lain menuju pengetahuan RUU otorisasi pendanaan, dengan tujuan akhir menyatukan dengan versi DPR. Salah satu proyek khusunya adalah program Artemis NASA, yang memiliki rencana untuk membuat manusia kembali ke bulan, termasuk di antaranya adalah wanita pertama, mengambil lompatan raksasa ini pada tahun 2024, meskipun tanggal tersebut diragukan sebagian besar karena pendanaan yang buruk.

Di sisi lain, NASA ingin menggunakan data dari misi bulan itu untuk mendaratkan astronot pertama di Mars yakni Artemis Accords yang merupakan kesepakatan internasional. Dalam rencana ini, menjanjikan kerja sama dan transparansi antar negara dan kemitraan publik-swasta. Sementara Tiongkok bukan bagian dari perjanjian tersebut.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts