Internet Alami Gangguan Saat Militer Tangkap PM Sudan, Sejumlah Menteri Ikut Ditahan
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Sudan berada di ujung tanduk sejak kudeta bulan lalu gagal hingga menimbulkan tuduhan sengit antara kelompok militer dan sipil yang dimaksudkan untuk berbagi kekuasaan.

WowKeren - Al-Hadath TV melaporkan pasukan militer Sudan telah menempatkan Perdana Menteri Abdallah Hamdok di bawah tahanan rumah. Menurut saluran TV tersebut, pasukan militer juga turut menahan beberapa anggota kepemimpinan sipil negara itu.

Al Hadath, mengutip sumber yang tak disebutkan namanya, mengatakan bahwa sebelum menjadikannya tahanan rumah, pasukan militer telah mengepung rumah Hamdok Senin (25/10) pagi. Sumber keluarga mengatakan kepada Al Jazeera pejabat sipil lainnya yang ditahan di antaranya Menteri Perindustrian Ibrahim al-Sheikh dan gubernur ibu kota Sudan Khartoum, Ayman Khalid.

Sedangkan menurut pejabat yang berbicara kepada kantor berita Associated Press, Menteri Informasi Hamza Baloul serta penasihat media untuk perdana menteri Faisal Mohammed Saleh telah ditangkap. Begitu juga dengan juru bicara dewan kedaulatan yang berkuasa di Sudan Mohammed al-Fiky Suliman.

Diketahui, Sudan berada di ujung tanduk sejak kudeta bulan lalu gagal hingga menimbulkan tuduhan sengit antara kelompok militer dan sipil yang dimaksudkan untuk berbagi kekuasaan menyusul penggulingan pemimpin lama negara itu Omar al-Bashir. Al-Bashir digulingkan setelah gelombang protes jalanan berlangsung selama berbulan-bulan pada 2019.


Hiba Morgan dari Al Jazeera, melaporkan dari Khartoum bahwa "akses telekomunikasi telah dibatasi" di negara itu. Hal itu membuat proses komunikasi dengan orang-orang di sana menjadi sulit. Pasukan militer juga turut memblokir semua jalan dan jembatan yang merupakan akses ke Khartoum.

"Ini menimbulkan kekhawatiran," ujarnya. "Karena di situlah lembaga pemerintah berada, di situlah istana kepresidenan dan kantor perdana menteri berada."

Organisasi pengawas yang memantau keamanan dunia maya dan tata kelola Internet NetBlocks mengonfirmasi jika ada gangguan signifikan pada layanan internet di Sudan mulai Senin pagi. Hal ini memengaruhi jaringan seluler dan beberapa konektivitas saluran tetap di sejumlah operator.

Asosiasi Profesional Sudan, kelompok politik pro-demokrasi utama negara itu menyerukan masyarakat untuk turun ke jalan. Pekan lalu, puluhan ribu orang Sudan berbaris di beberapa kota untuk mendukung pengalihan kekuasaan penuh kepada warga sipil. Hamdok menggambarkan perpecahan dalam pemerintahan sementara sebagai "krisis terburuk dan paling berbahaya" yang dihadapi selama transisi Sudan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts