Pemerintah mengupayakan berbagai hal agar Indonesia bisa mengendalikan wabah COVID-19. Termasuk berencana mendatangkan obat antivirus Molnupiravir produksi Merck & Co., asal AS.
- Elvariza Opita
- Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:44 WIB
WowKeren - Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk memastikan Indonesia bisa mengendalikan wabah COVID-19. Mulai dari membatasi mobilitas warga, menggenjot vaksinasi, hingga mendatangkan obat-obatan yang diklaim memiliki khasiat dalam melawan penyakit tersebut.
Termasuk obat antivirus Molnupiravir yang diproduksi pengembang Ivermectin, Merck & Co. Bahkan menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya terus mengusahakan agar Molnupiravir bisa masuk ke Indonesia pada akhir 2021.
Saat ini, menurut Budi Gunadi, pemerintah telah menjalin kesepakatan dengan produsen Molnupiravir di Amerika Serikat. Kesepakatan itu pun sudah memasuki fase finalisasi, di mana rencana pengadaan Molnupiravir di Indonesia diupayakan bisa masuk ke Tanah Air akhir tahun ini.
"Hal terakhir mengenai obat-obatan. Kami mendampingi Pak Menko Marves (Luhut Binsar Pandjaitan) sudah berkunjung ke Merck di Amerika Serikat," kata Budi Gunadi dalam konferensi persnya, Senin (25/10).
"Kami sudah sampai di tahap finalisasi agreement (persetujuan) agar Indonesia bisa mengadakan tablet Molnupiravir," imbuh Budi Gunadi. "Diusahakan di akhir tahun ini."
Pengadaan Molnupiravir ini pun demi mengantisipasi apabila Indonesia kembali dihantam gelombang wabah COVID-19 berikutnya. "Sehingga kita punya cadangan (obat) cukup jika ada potensi gelombang berikutnya," tutur Budi Gunadi.
Bukan hanya itu, sang mantan Wakil Menteri BUMN menjelaskan bahwa pihaknya juga mengajak Merck & Co., untuk membangun pabrik di Indonesia. "Kami sudah menjajaki dengan mereka untuk bisa membangun pabrik obatnya juga di Indonesia, termasuk bahan baku obatnya" jelasnya, dikutip pada Selasa (26/10).
Molnupiravir sendiri memang diincar banyak negara karena potensinya yang menjanjikan setelah mengumumkan hasil uji klinis. Termasuk Indonesia yang sampai mengirimkan Menkes Budi Gunadi dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk bernegosiasi terkait pengadaan obat itu.
"Ada beberapa alternatif obat COVID-19. Saya, saat ini bersama Menteri Kesehatan sedang berada di Amerika Serikat untuk melakukan pertemuan dengan produsen obat merek Molnupiravir," terang Luhut pada Senin (18/10) pekan lalu.
(wk/elva)