Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Tanggapi Dugaan Kecurangan Seleksi CPNS 2021: Tidak Ada Ampun
jatengprov.go.id
Nasional

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lantas meminta semua pihak untuk menjaga integritas selama pelaksanaan proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 berlangsung.

WowKeren - Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (SKD CPNS) 2021 rupanya berlangsung bukan tanpa kecurangan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan setidaknya ada 225 peserta SKD CPNS 2021 di berbagai daerah yang diduga melakukan tindak kecurangan.

Terkait isu tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun turut angkat bicara. Ganjar menegaskan taka akan memberi ampun apabila ada peserta seleksi CPNS di Jateng yang nekat curang.

"Kemarin saya mengikuti di berita-berita. Kalau ada kecurangan di Jateng, tidak ada ampun buat saya. Akan saya proses," ujar Ganjar di Solo pada Jumat (29/10).

Meski demikian, Ganjar menuturkan bahwa pelaksanaan seleksi CPNS 2021 di Jateng hingga saat ini berjalan lancar. Masih belum ada laporan dugaan kecurangan seleksi CPNS di provinsi yang dipimpinnya tersebut.

Ganjar lantas meminta semua pihak untuk menjaga integritas selama pelaksanaan proses seleksi CPNS 2021 berlangsung. Pasalnya, proses selksi ini merupakan kesempatan negara untuk mencari kader-kader dan birokrat yang bersih serta berintegritas.


"Jangan dicemari dengan urusan kolusi, korupsi, dan nepotisme," kata Ganjar.

Beberapa modus dugaan kecurangan SKD CPNS yang terjadi di berbagai wilayah menggunakan bantuan teknologi aplikasi. Contohnya dugaan kecurangan di tilok mandiri Pemkab Buol yang bertempat di Aula BKPSDM Buol.

Setelah dilakukan pengecekan pada seluruh PC yang digunakan di tilok tersebut, terdapat dua PC dimana ditemukan aplikasi remote rutserv. Orang lain di luar tilok dapat membantu peserta mengerjakan SKD melalui aplikasi tersebut.

Terkait hal itu, Ganjar pun berharap agar ada evaluasi dari pihak penyelenggara. Apabila kecurangan tersebut bersifat masif, maka Ganjar menilai harus ada audit teknologi informasi. Selain itu, ia juga meminta agar penyelenggara tegas dalam mengambil keputusan.

"Jika memang ada niat jahat untuk melakukan kecurangan, tes harus dibatalkan atau diulang. Ini agar semua punya kesempatan dan hak yang sama mengikuti tes CPNS," pungkasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait