Situasi Pandemi COVID-19 Indonesia Jelang Akhir PPKM Jawa-Bali Hari Ini
Nasional

Diketahui, pemerintah akan terus mengevaluasi penerapan PPKM setiap dua minggu sekali. Lantas, bagaimana situasi COVID-19 di Indonesia selama dua pekan terakhir ini?

WowKeren - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level Jawa-Bali periode 19 Oktober - 1 November 2021 akan berakhir hari ini. Diketahui, pemerintah akan terus mengevaluasi penerapan PPKM setiap dua minggu sekali. Lantas, bagaimana situasi COVID-19 di Indonesia selama dua pekan terakhir ini?

Kasus positif COVID-19 dalam dua pekan terakhir rupanya mengalami penurunan dibanding dua pekan sebelumnya. Pada perioden 6-18 Oktober, jumlah konfirmasi mencapai 13.774 kasus positif COVID-19. Sedangkan pada periode 19-31 Oktober, jumlah konfirmasi mencapai 8.974 kasus positif COVID-19.

Meski demikian, jumlah kasus kesembuhan COVID-19 juga turut mengalami penurunan. Pada periode 6-18 Oktober, jumlah kesembuhan mencapai 25.562 pasien. Namun angka kesembuhan turun menjadi 13.633 pasien pada periode 19-31 Oktober 2021.

Kabar baiknya, angka kematian akibat COVID-19 turut mengalami penurunan. Dalam periode 6-18 Oktober ada 662 kasus kematian akibat COVID-19 di Tanah Air. Namun pada periode 19-31 Oktober, angkanya turun menjadi 406 kasus saja.

Selain itu, angka positivity yang menurun juga menujukkan perkembangan situasi yang baik. Sebagai informasi, positivity rate adalah rasio kasus warga terpapar COVID-19 harian.


Di periode 6-18 Oktober, rata-rata positivity rate Tanah Air mencapai 0,61 persen. Namun pada 19-31 Oktober angkanya turun menjadi 0,43 persen.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate mengungkapkan adanya tren peningkatan kasus COVID-19 di 20 kabupaten/kota selama tujuh pekan terakhir, berdasarkan data per 28 Oktober. Di antaranya Kabupaten Nagan Raya Aceh, Kepulauan Meranti Riau, Jakarta Timur, Kota Depok, Kota Bekasi, serta Kota Surakarta.

"Kenaikan kasus COVID-19 di daerah-daerah harus jadi perhatian bersama karena ini sudah memasuki fase jelang libur Nataru (Natal dan Tahun Baru)," tutur Johnny.

Namun di sisi lain, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah menempatkan Indonesia dalam daftar negara Level 1. Maknanya, Indonesia dianggap berisiko rendah terkait dengan penularan wabah COVID-19.

Kementerian Kesehatan pun menilai penempatan Indonesia di Level 1 COVID-19 ini sebagai apresiasi untuk masyarakat. Namun Kemenkes mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dengan status baru ini.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menilai perjuangan untuk mengendalikan wabah COVID-19 belum berakhir. Fokusnya adalah untuk menekan angka reproduksi virus corona ke level yang lebih rendah, begitu pula dengan mengurangi jumlah kasus positif.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait