Jakarta PPKM Level 1, Pengusaha: Sudah Tak Ada Alasan Untuk Tidak Buka Karaoke
Pexels/Ilustrasi
Nasional

Pelaku usaha hiburan Ibu Kota seperti karaoke, griya pijat, diskotek, dan klub lantas berharap segera diizinkan beroperasi di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 ini.

WowKeren - DKI Jakarta kini telah berstatus Level 1 dalam masa PPKM periode 2-15 November 2021. Dengan penurunan level ini, sejumlah pembatasan di Ibu Kota pun kini telah dilonggarkan.

Pelaku usaha hiburan Ibu Kota seperti karaoke, griya pijat, diskotek, dan klub lantas berharap segera diizinkan beroperasi di masa PPKM Level 1 ini. Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija), Hanna Suryani, mempertanyakan mengapa pihaknya masih belum bisa beroperasi meski Jakarta kini sudah berstatus PPKM Level 1.

"Mohon kepada Pemerintah Pusat, Pemda, sudah tidak menunda lagi karaoke untuk pembukaan bisnis karaoke karena sudah level 1," tutur Hanna, Selasa (2/11). "Kita tunggu di Inmendagri (Nomor 57 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Level hingga Level 1 Covid-19 di Jawa dan Bali), nama kita (sektor usaha hiburan) belum ada."

Padahal menurut Hanna, pelaku usaha hiburan telah sabar menunggu selama hampir dua tahun untuk bisa beroperasi kembali. Hanna mengungkapkan selama hampir dua tahun, pihaknya tidak pernah diizinkan menerapkan uji coba pembukaan dengan protokol kesehatan.


"Tolong pemerintah sudah tidak alasan lagi untuk tidak membuka karaoke," tegasnya. "Jangan menunda-nunda lagi, karena kami pengusaha karaoke adalah orang-orang yang mendukung prokes, namun sampai saat ini tidak diberikan kesempatan."

Lebih lanjut, Hanna mengungkapkan bahwa para pelaku usaha sudah mempersiapkan protokol kesehatan. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan simulasi pembukaan di salah satu tempat karaoke.

"Selama ini hampir dua tahun ini tidak pernah ada yang mencoba mengecek protokol kami ke lapangan, simulasi (yang kami lakukan) enggak pernah ada (datang)," tuturnya.

Di sisi lain, pakar justru menilai penurunan status PPKM ke Level 1 di tengah ancaman gelombang ketiga COVID-19 tergolong rawan. Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengingatkan ancaman gelombang ketiga dan varian baru COVID-19.

"Ingat kita ini menghadapi ancaman gelombang tiga dan varian baru," tutur epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, kepada CNN Indonesia pada Selasa (2/11). "Ini (penurunan level 1) menempatkan pada posisi kita yang rawan sekali."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait