Pakar Bantah Temuan Reagen PCR COVID-19 Rp13.000, Begini Fakta Sebenarnya
AP/Manish Swarup
Nasional

Sebelumnya beredar pemberitaan terdapat reagen tes PCR COVID-19 yang hanya senilai Rp13.000. Namun klaim ini belakangan dibantah oleh Kemenkes hingga epidemiolog.

WowKeren - Redaktur Majalah Tempo, Hussein Abri Dongoran, mengungkap hasil investigasi soal harga tes PCR COVID-19. Menurutnya ada reagen tes PCR yang hanya dibanderol seharga Rp13 ribu, sebuah harga yang tentu saja jauh dari batas atas tarif tes PCR yang saat ini berlaku di Indonesia.

Namun klaim ini belakangan dibantah, baik dari Kementerian Kesehatan hingga Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman. Dicky mengungkap hasil penelusurannya bersama ahli patologi klinik dan tidak ditemukan reagen PCR dengan harga Rp13.000.

"Saya melakukan beberapa penelusuran data dan juga komunikasi dengan ahli patologi klinik dan beberapa penyedia tes PCR," kata Dicky kepada IDN Times, Rabu (3/11). "Termasuk berlatar pemahaman saya sebagai dokter dan juga penyusun anggaran kesehatan saat masih di Biro Anggaran Kemenkes."

Dicky menyebut harga reagen yang saat ini tersedia adalah Rp25.000-70.000, sudah termasuk PPN. "Tapi nggak ada reagen PCR yang harga Rp13.000," ujar Dicky, sembari menambahkan harga reagen PCR metode Tes Cepat Molekuler (TCM) masih di kisaran lebih dari Rp100.000.


Penentuan tarif tes PCR pun, dijelaskan Dicky, bukan hanya ditentukan berdasarkan harga reagen. Harus diperhitungkan jasa sarana lain serta barang habis pakai yang tentu pengadaannya memerlukan modal.

"Artinya tarif yang ada sekarang tidak ideal untuk pertimbangan biaya-biaya di atas, BEP-nya bisa lama sekali," terang Dicky. "Selain itu, sekarang tes PCR sudah sedikit, biaya kerugian untuk pengulangan juga belum dihitung."

Selain itu, pemeriksaan dengan metode PCR konvensional setidaknya harus ada 8 sampel, atau kalau kurang maka sisanya akan terbuang. "Kalau Lab biasanya dimasukkan ke biaya kerugian seperti untuk pengulangan," papar Dicky.

"Selain itu, untuk harga reagen PCR, berlaku hukum dagang, semakin banyak belinya maka semakin murah harga yang diberikan ya kayak harga grosir, tetapi kalau para vendor ngasih harga kan bebas," imbuh Dicky. "Nah kita di lab dan rumah sakit ya dapat harga dari vendornya tidak semurah kalau beli langsung ke pabriknya."

Sebelumnya Kemenkes pun sudah membantah keberadaan reagen tes PCR senilai Rp13.000. "Sejauh info yang kita dapatkan harga reagen sekitar Rp90.000-an, tapi memang tergantung mereknya. Kemenkes pun tidak menentukan harga reagen namun harga pemeriksaan tertinggi pemeriksaan PCR," jelas Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kepada IDN Times, Selasa (2/11).

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait