Kemenkes Jepang Setujui Terapi Koktail Antibodi, Jadi Pengobatan Pertama Bagi OTG COVID-19
AFP
Dunia

Saat ini, masing-masing negara tengah berupaya untuk memberikan obat terbaik bagi pasien COVID-19, baik dengan atau tanpa gejala. Seperti halnya yang dilakukan Jepang baru-baru ini.

WowKeren - Pada Jumat (5/11) hari ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jepang memberikan persetujuan jalur cepat untuk terapi koktail antibodi bagi orang tanpa gejala atau OTG COVID-19. Hal ini lantas disebut menjadi yang pertama diizinkan di Jepang memberikan terapi bagi yang belum mengalami gejala COVID-19.

Melansir Asahi, Ronapreve sendiri telah diberikan kepada pasien COVID-19 dengan gejala ringan dan sedang di Jepang, melalui infus. Sementara mengenai keputusan dari Kemenkes yang memberikan persetujuan itu datang satu hari setelah penggunaan Ronapreve sebelum timbulnya penyakit itu disetujui oleh panel ahli kementerian.

Sementara itu, Chugai Pharmaceutical Co., menjadi pihak yang bertanggungjawab atas penjualan obat dalam negeri itu mengajukan persetujuan pada Oktober lalu. Hal ini lantaran agar Ronapreve bisa digunakan untuk mencegah gejala COVID-19 semakin berkembang di antara pasien tanpa gejala dan orang yang telah melakukan kontak dekat dengan individu yang terinfeksi.


Selain itu, perusahaan farmasi Jepang itu juga meminta izin untuk memberikan obat secara subkutan, di bawah kulit. Ronapreve diketahui menggabungkan dua antibodi penetral yang mencegah virus COVID-19 baru masuk ke sel.

Pihaknya menuturkan bahwa penerima yang belum mengalami gejala harus memiliki risiko tinggi menjadi sakit parah karena obesitas atau kondisi mendasar lainnya. Kemudian, mereka juga harus belum divaksinasi COVID-19 atau tidak mampu membangun kekebalan yang cukup terhadap virus melalui inokulasi.

Lebih lanjut, menurut Chugai Pharmaceutical, Ronapreve juga bisa mengurangi risiko perkembangan gejala COVID-19 sebsar 81 persen di antara mereka yang telah melakukan kontak dekat dengan pasien. Seperti yang tengah kepada pasien dalam uji klinis yang dilakukan di Amerika Serikat dan negara lainnya.

Uji klinis tersebut diketahui juga menunjukkan pasien tanpa gejala yang diberi obat Ronapreve 31 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan gejala. Sedangkan saat diberi secara subkutan, Ronapreve perlu disuntikkan ke empat tempat di bawah kulit pada perut penerima, paha, dan lengan atas. Kementerian disebutkan akan merekomendasikan obat tersebut diberikan secara intravena untuk mengobati pasien dengan gejala.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait