Thailand Buka Pariwisata untuk Turis Asing, Imigran Gelap yang Seberangi Perbatasan Ikut Melonjak
Dunia

Komando Operasi Keamanan Dalam Negeri menghubungkan pembukaan kembali Thailand untuk pariwisata internasional dengan lonjakan imigran ilegal yang menyeberangi perbatasan.

WowKeren - Thailand telah kembali membuka pintu perbatasannya untuk para pelancong mancanegara pada Senin (1/11). Keputusan ini diambil dengan harapan dapat memulihkan sektor pariwisata negara itu yang terpukul akibat pandemi COVID-19.

Namun seiring dengan adanya pembukaan itu, jumlah imigran yang masuk melalui jalur ilegal negara itu ikut melonjak. Seorang juru bicara Komando Operasi Keamanan Dalam Negeri menghubungkan pembukaan kembali Thailand untuk pariwisata internasional dengan lonjakan penyeberangan perbatasan imigran ilegal.

Seorang juru bicara ISOC mengatakan mereka melihat lonjakan jumlah imigran yang menyeberangi perbatasan secara ilegal di perbatasan Timur Laut dan Timur Thailand. Mereka adalah orang-orang yang mencari pekerjaan migran.

ISOC menyatakan bahwa sebanyak 3.160 migran telah ditangkap minggu ini setelah mencoba memasuki negara itu secara ilegal, melewati karantina yang menjamin keselamatan kesehatan masyarakat. Sebagian besar orang ditangkap di dekat perbatasan Burma dan Kamboja.


Tentu saja, upaya penyeberangan ilegal itu mengandalkan calo. Para imigran gelap itu dikatakan telah membayar calo untuk membantu mereka menyeberang ke negara itu dan melakukan perjalanan ke Bangkok dan provinsi lain di dekatnya untuk bekerja.

Penyeberangan perbatasan ini dianggap berbahaya. ISOC mengatakan hal itu disebabkan karena mereka tidak diuji COVID-19 dan tidak melakukan karantina apa pun, yang mana hal ini dapat berisiko mengekspos komunitas tempat mereka bepergian ke wabah virus.

Dari mereka yang ditangkap menyeberang secara ilegal, mayoritas berasal dari negara tetangga seperti Burma, Kamboja, Laos, India, dan Tiongkok. Pihak berwenang menangkap total 91 orang yang terkait dengan penyelundupan atau membantu 3.000 orang ini memasuki negara itu secara ilegal. Sedikitnya 63 orang Burma dan 28 warga negara Thailand ditangkap.

7 Migran Burma yang ditangkap di Chiang Rai mengatakan telah membayar 12.000 baht kepada seorang perantara penyelundupan yang telah berjanji untuk membantu mereka menyeberangi perbatasan dan mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di Bangkok. Sedangkan 20 imigran Burma berbagi cerita telah membayar antara 7.000 dan 23.000 baht kepada seorang broker untuk menyelinap ke Thailand.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait