Thailand Buka Perbatasan, Pelancong dari 63 Negara Boleh Masuk dengan Karantina Minimal
Pixabay
Dunia
Pandemi Virus Corona

Langkah pemerintah yang satu ini mendapat respons yang sangat positif dengan banyak wisatawan dari 63 negara telah melakukan pemesanan hotel untuk berlibur.

WowKeren - Mulai hari ini, Senin (1/11), wisatawan yang divaksinasi dari 63 negara dapat memasuki Thailand dengan persyaratan karantina minimal. Kebijakan ini hanya berlaku bagi turis yang masuk melalui jalur udara.

Wisatawan yang telah divaksin penuh dari negara yang disetujui hanya perlu menunggu di kamar hotel mereka untuk mendapatkan hasil tes PCR. Kemudian, mereka akan bebas pergi ke mana pun mereka suka.

Tentu saja, langkah pemerintah yang satu ini sangat disambut baik oleh para pemain di industri pariwisata yang telah hancur akibat pandemi COVID-19. Sebelumnya, pemerintah Thailand telah merilis daftar 46 negara dari mana turis yang divaksinasi dapat memasuki negara kerajaan tersebut.


Hingga kemudian pemerintah menambahkan 17 lagi negara ke dalam daftar tersebut. Kendati demikian, bukan berarti turis yang berasal dari selain 53 negara tersebut tidak boleh melancong ke Thailand. The Bangkok Post melaporkan bahwa turis yang divaksinasi dari negara-negara yang tidak ada dalam daftar masih dapat diterima, tetapi harus masuk melalui salah satu program sandbox yang saat ini dijalankan di 17 provinsi.

Di bawah skema sandbox, wisatawan yang divaksinasi harus tetap berada di tujuan pertama mereka selama 7 hari. Mereka harus dinyatakan bebas COVID-19 sebelum diizinkan untuk bepergian ke seluruh negeri. Dalam kasus kedatangan pelancong yang tidak divaksinasi, termasuk yang tidak sepenuhnya divaksinasi, karantina hotel 10 hari masih merupakan persyaratan wajib.

Langkah pemerintah yang satu ini mendapat respons yang sangat positif dengan banyak wisatawan dari 63 negara segera memesan hotel untuk berlibur. Yuthasak Supasorn dari Tourism Authority of Thailand yakin bahwa pembukaan kembali negaranya merupakan langkah yang tepat mengingat pada umumnya musim liburan akan berlangsung hingga awal tahun depan.

"Saya yakin pembukaan kembali akan sangat bermanfaat bagi negara, terutama di musim ramai pariwisata yang biasanya berlangsung hingga awal tahun depan," ujarnya. "TAT sekarang mengharapkan lebih dari 1 juta wisatawan datang dalam 6 bulan ke depan, atau sekitar 300.000 per bulan."

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts