Singapura Berencana Buka Pintu Untuk Negara Asia Tenggara, Status Risiko RI Diturunkan ke Level 2
Pixabay
Dunia

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung pun mengungkapkan keinginan Singapura untuk kembali membuka perbatasan bagi negara-negara Asia Tenggara mengingat situasi pandemi yang mulai stabil.

WowKeren - Singapura menilai situasi pandemi COVID-19 di wilayah Asia Tenggara telah stabil dengan cepat. Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung pun mengungkapkan keinginan Singapura untuk kembali membuka perbatasan bagi negara-negara Asia Tenggara.

"Ini memberi kami ruang untuk mulai membuka perbatasan kami dengan negara-negara regional juga," ujar Ong Ye Kung dalam konferensi pers gugus tugas multi-kementerian pada Senin (8/11).

Situasi pandemi yang makin stabil juga memungkinkan klasifikasi risiko untuk beberapa negara Asia Tenggara disesuaikan dengan status risiko yang lebih rendah. Klasifikasi risiko Malaysia, Vietnam, Indonesia, dan Kamboja, akan diturunkan dari kategori tiga menjadi kategori dua.

Sedangkan klasifikasi risiko untuk Filipina, Thailand, Laos, dan Myanmar akan disesuaikan dari kategori empat menjadi kategori tiga. Menurut Kemenkes Singapura, penyesuaian klasifikasi risiko tersebut akan berlaku efektif mulai Kamis (11/11) pukul 23.59.


Adapun penyesuaian klasifikasi risiko ini diumumkan bersamaan dengan berita Singapura memulai kembali perjalanan udara lintas batas dengan Malaysia melalui jalur perjalanan yang divaksinasi (VTL) antara Bandara Changi dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) mulai 29 November. Aplikasi Vaccinated Travel Pass untuk pengunjung jangka pendek dan pemegang pass jangka panjang akan dimulai pada 22 November.

Sebagai informasi, skema VTL ini akan memungkinkan pelancong yang divaksinasi lengkap untuk melakukan perjalanan antara Singapura dan Malaysia melalui Bandara Changi dan Bandara Internasional Kuala Lumpur. Para pelancong hanya perlu menjalani tes COVID-19 sebagai pengganti karantina atau Pemberitahuan Tetap Di Rumah.

Ada "diskusi terperinci" yang sedang berlangsung tentang skema VTL serupa di Causeway dan Second Link. Dalam pernyataan pers bersama Perdana Menteri Singapura dan Malaysia, diskusi tersebut menunjukkan "kemajuan baik".

"Singapura dan Malaysia menikmati hubungan yang dalam, hangat, dan beragam. Saya sangat senang bahwa kedua negara kami akhirnya dapat memulai kembali perjalanan lintas batas melalui VTL. Ini akan membantu menghidupkan kembali ekonomi kita, memulihkan hubungan antar-warga kita, dan memperkuat hubungan bilateral kita," ujar PM Singapura Lee Hsien Loong.

Mulai 29 November, skema VTL ini juga akan diperluas ke Finlandia dan Swedia. Sedangkan mulai 11 November, Singapura juga akan menerima hasil tes antigen rapid (ART) negatif yang diberikan secara profesional sebagai syarat pra-keberangkatan yang valid untuk pelancong dari negara atau wilayah ini. Sampel tes antigen tersebut harus diambil dalam dua hari sebelum keberangkatan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait