Jangan Remehkan! Pakar IDI Sebut Corona Varian Delta Plus Lebih Ganas, Sigap Beri Saran Ini
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Ketua Satgas COVID-19 IDI menjelaskan bahwa virus Corona Delta Plus (AY.4.2) lebih ganas ketimbang varian lain. Sebelumnya Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan juga menyatakan hal serupa.

WowKeren - Belakangan virus Corona varian AY.4.2, atau yang lebih dikenal sebagai Delta Plus, sedang menjadi sorotan utama. Sebab varian tersebut mendominasi di beberapa negara dengan cakupan vaksinasi COVID-19 yang baik, dan baru-baru ini dinyatakan telah ditemukan di Malaysia serta Singapura.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut COVID-19 varian Delta Plus ini 15 persen lebih ganas daripada varian Delta yang mendominasi di Indonesia. Dan pernyataan ini belakangan diperkuat dengan penjelasan dari Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban.

Zubairi mengingatkan bahwa kewaspadaan terhadap COVID-19 varian AY.4.2 harus ditingkatkan. Pasalnya virus Corona "adik" varian Delta ini lebih ganas daripada lainnya, dengan risiko penularan serta kematian yang lebih tinggi.

"Yang harus diketahui dari AY.4.2: Lebih menular daripada induknya, Delta. Menyumbang banyak kasus baru di Inggris, amat sedikit di Amerika, dan Malaysia," ujar Zubairi, Selasa (9/11). "Membawa risiko rawat inap dan kematian."


Kendati demikian, Zubairi menyatakan Indonesia tidak perlu panik dengan penyebaran COVID-19 varian Delta Plus sebagaimana yang saat ini terjadi di Eropa. Hanya saja kewaspadaan memang harus ditingkatkan, terutama dengan menjaga pintu-pintu perbatasan negara.

"Eropa harus khawatir. Indonesia tak perlu panik," tutur Zubairi, dikutip pada Rabu (10/11). "Waspada. Perketat pintu perbatasan."

Namun walaupun sudah ditemukan di Malaysia dan Singapura, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut virus SARS-CoV-2 varian Delta Plus belum dideteksi di Indonesia. "Varian AY.4.2 sudah sampai di Malaysia, tapi belum atau tidak terdeteksi di Indonesia sampai sekarang," jelas Budi Gunadi, Senin (8/11).

Pemerintah pun mengantisipasi varian tersebut dengan lima langkah, seperti yang disampaikan Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. "Upaya yang pemerintah lakukan untuk mencegah importasi kasus mekanismenya telah diatur dalam SE Satgas Nomor 20 Tahun 2021 beserta adendumnya," kata Wiku dalam konferensi pers, yang dibeberkan lengkap di sini.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts