Dengan adanya pengumuman tersebut, itu artinya bahwa perjalanan dari Uni Eropa ke Singapura yang sifatnya tidak penting dapat dikenai pembatasan sementara.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 11 November 2021 - 08:23 WIB
WowKeren - Dewan Uni Eropa telah mencoret Singapura dari daftar negara-negara yang akan dicabut pembatasannya. Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (9/11).
Selain Singapura, negara lain yang juga dicoret dari daftar itu adalah Ukraina. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa rekomendasi itu bukanlah instrumen yang mengikat secara hukum. Otoritas negara-negara anggota Uni Eropa tetap bertanggung jawab untuk mengimplementasikan apa yang menjadi isi dari rekomendasi tersebut.
Dengan adanya pengumuman ini, itu artinya bahwa perjalanan dari Uni Eropa ke Singapura yang sifatnya tidak penting dapat dikenai pembatasan sementara. Kendati demikian, ketentuan ini tidak mengurangi kemungkinan jika ada negara anggota Uni Eropa yang mencabut pembatasan ini bagi pelancong yang divaksinasi penuh.
Menurut siaran pers Dewan UE, keputusan itu didasarkan pada kriteria yang mencakup "situasi epidemiologis dan respons keseluruhan terhadap COVID-19, serta keandalan informasi dan sumber data yang tersedia." Siaran pers menambahkan, "Asas timbal balik juga harus diperhitungkan berdasarkan kasus."
Saat ini Singapura sendiri sudah memiliki program Vaccinated Travel Lanes (VTL) dengan negara-negara UE. Adapun negara yang dimaksud yakni Spanyol, Denmark, Italia, Prancis, Jerman, Belanda, Swedia, dan Finlandia. Inggris maupun Swiss tidak termasuk dalam daftar mereka karena bukan bagian dari UE.
Agar pembatasan perjalanan tidak penting dicabut untuk negara di luar UE, jumlah kasus COVID-19 per 100.000 penduduk selama 14 hari terakhir tidak boleh lebih dari 75. Sementara itu, tingkat kemajuan dalam vaksinasi COVID-19 harus juga diperhitungkan.
Selain jumlah kasus dan kemajuan vaksinasi, faktor lain yang juga menjadi penentuan untuk mencabut pembatasan adalah tren kasus baru yang stabil atau menurun, jumlah tes yang dilakukan, tingkat positif 4 persen di antara semua tes yang dilakukan, respons keseluruhan terhadap COVID-19 di negara tersebut dan keandalan informasi yang tersedia, bersama dengan asas timbal balik.
Sementara itu, Singapura telah mengonfirmasi kasus pertama COVID-19 varian Delta Plus. Negara ini bahkan tengah berupaya untuk merekrut lebih banyak tenaga medis untuk pengendalian pandemi.
(wk/zodi)