Selama ini, Israel sendiri secara teratur telah melakukan latihan keamanan nasional untuk penduduknya serta latihan perang militer untuk persiapan konflik yang mungkin terjadi.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 11 November 2021 - 13:25 WIB
WowKeren - Israel akan menggelar latihan COVID-19 nasional pertama di dunia dengan format latihan perang. Latihan ini bertujuan untuk menguji kesiapan Israel dalam menghadapi wabah varian virus baru. Selama ini, Israel sendiri secara teratur telah melakukan latihan keamanan nasional untuk penduduknya serta latihan perang militer untuk persiapan konflik.
Latihan tersebut dijadwalkan pada Kamis (11/11) dan akan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. Latihan ini akan menguji kemampuan departemen pemerintah dan lembaga nasional untuk menanggapi kumingkinan munculnya "Varian Omega" COVID-19.
Adapun "Varian Omega" ini diduga merupakan varian berikutnya yang akan muncul dari COVID-19. Namun pemerintah Israel menyatakan belum ada varian seperti itu di negara mereka.
PM Bennett sendiri menyatakan bahwa Israel kini sudah hampir mengalahkan Varian Delta. Namun ia menegaskan bahwa pertempuran melawan virus akan terus berlanjut.
"Kami terus mengadakan latihan dan menantang diri kami sendiri ... Kami harus terus memantau situasi dengan cermat dan bersiap untuk skenario apa pun," tutur PM Bennett.
Adapun latihan COVID-19 nasional ini akan dijalankan oleh Menteri Pertahanan Sipil Israel di Pusat Manajemen Nasional di Yerusalem. Sejumlah aspek dalam latihan tersebut meliputi:
- Pembatasan pertemuan dan pergerakan, kebijakan karantina, penguncian, jam malam, dan pariwisata
- Pengawasan dan peringatan yang dikeluarkan selama pengembangan varian baru dan berbahaya, perlindungan vaksin pengujian, penyelidikan epidemiologi, kapasitas rumah sakit dan pelaksanaan program pengujian massal dan vaksinasi
- Legalitas lockdown lokal atau regional dan jam malam, serta pembatasan lainnya
- Dukungan ekonomi bagi penduduk
- Keamanan publik dalam menegakkan karantina, lockdown, dan jam malam
- Menutup sekolah di pusat wabah, mengurangi ukuran kelas dan pembelajaran jarak jauh
- Kebijakan keberangkatan dan kedatangan di perbatasan termasuk bandara Ben Gurion
- Menginformasikan publik dan menanggapi "wacana di internet"