Sebelumnya, Foreign Correspondents Club of China (FCCC) yang diketahui bertindak atas nama media asing di negara itu mengklaim bahwa para jurnalis telah ditolak aksesnya ke acara-acara Olimpiade.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 11 November 2021 - 14:46 WIB
WowKeren - Panitia penyelenggara Olimpiade Musim Dingin Beijing membantah tudingan yang menyebut media asing diblokir untuk meliput persiapan Olimpiade. Sebelumnya, Foreign Correspondents Club of China alias FCCC yang diketahui bertindak atas nama media asing di negara itu mengklaim bahwa para jurnalis telah ditolak aksesnya ke acara-acara Olimpiade dan bahkan dilecehkan oleh agen-agen pemerintah.
Panitia penyelenggara Olimpiade Musim Dingin Beijing (BOCOG) disebut telah berulang kali dimintai komentar tentang bagaimana media internasional dapat melaporkan Olimpiade. Namun pertanyaan itu disebut "mendapat jawaban yang bertentangan atau diabaikan sepenuhnya".
Menanggapi tudingan tersebut, BOCOG menyatakan bahwa Tiongkok tidak pernah mengakui FCCC sebagai organisasi. "Apa yang dikatakan organisasi ini tidak sesuai dengan fakta dan tidak dapat mewakili suara sebenarnya dari jurnalis asing di Tiongkok," tutur pihak BOCOG kepada Guardian, dikutip pada Kamis (11/11).
BOCOG mengaku telah menjamin kebebasan media internasional untuk melaporkan tentang Olimpiade, sesuai dengan "kebijakan Tiongkok yang relevan". Namun dengan syarat urnalis mematuhi "hukum, peraturan, dan kebijakan anti-epidemi Tiongkok yang relevan".
Dalam pernyataan itu, disebutkan pula akan ada tiga konferensi pers untuk media asing yang diselenggarakan dengan stadion speed skating, desa Olimpiade, dan pusat olahraga. "Seiring kompetisi berlangsung, kami juga akan meningkatkan kuota pendaftaran media asing dalam kompetisi uji coba," lanjutnya.
Selain itu, BOCOG juga disebut "selalu menyambut" perhatian media dan laporan dari jurnalis asing tentang persiapan Olimpiade dan selalu memberikan layanan yang baik. BOCOG juga menyangkal adanya ""apa yang disebut 'pengungkapan informasi yang tidak memadai'".
BOCOG bahkan mengungkapkan telah mengirimkan 28 edisi buletin Olimpiade ke 183 media. Namun pernyataan BOCOG tidak menjawab seruan FCCC untuk menyetujui visa jurnalis asing yang telah lama tertunda, setelah puluhan orang diusir pada tahun 2020.
Sebelumnya, Tiongkok telah memberlakukan peraturan ketat untuk penyelenggaraan Olimpiade Beijing. Termasuk di antaranya adalah mewajibkan atlet yang tidak atau belum divaksinasi COVID-19 untuk melakukan karantina selama 21 hari, dengan pemantauan dan pengujian harian COVID-19 loop tertutup.
(wk/Bert)