Tiongkok saat ini disibukkan dengan persiapan penyelenggaraan Olimpiade Beijing. Namun di tengah-tengah persiapan, pihak penyelenggara menerima kritikan dari kelompok media asing.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 02 November 2021 - 21:03 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, Jepang diketahui telah sukses menyelenggarakan perhelatan pertandingan olahraga internasional yakni Olimpiade Tokyo. Kini, giliran Tiongkok yang akan menggelar perhelatan olahraga internasional yakni Olimpiade Beijing.
Saat ini, pihak penyelenggara Olimpiade Beijing tengah sibuk mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan pagelaran tersebut. Di tengah persiapan, sebuah kelompok yang mewakili outlet media asing mengkritik penyelenggara Olimpiade Beijing dan menyebut bahwa pihaknya bekerja "melawan" outlet berita non domestik dalam memberikan akses untuk meliput Olimpiade Musim Dingin di Beijing dalam tiga bulan.
The Foreign Correspindent's Club of China, yang diketahui bertindak atas nama media asing di negara Asia itu menuturkan bahwa para jurnalis telah ditolak aksesnya ke acara-acara Olimpiade dan bahkan dilecehkan oleh agen-agen pemerintah. Kemudian, FCCC mengatakan bahwa outlet pers asing terus-menerus ditolak dalam upaya meliput Olimpiade.
"FCCC prihatin dengan kurangnya transparansi dan kejelasan dari Komite Penyelenggara Olimpiade Beijing, serta Komite Olimpiade Internasional sehubungan dengan pelaporan terkait Olimpiade di Tiongkok," terang kelompok media tersebut dalam sebuah pernyataan, Selasa (2/11).
"Selama satu tahun terakhir, korps pers asing terus menerus dihalangi dalam meliput persiapan Olimpiade Musim Dingin, tidak hadir di acara rutin, dan dilarang mengunjungi tempat olahraga di Tiongkok," imbuhnya.
Melansir UPI, kelompok tersebut mengatakan bahwa acara media sering diumumkan hanya beberapa jam sebelumnya, dan mereka yang mencoba untuk datang atau mendaftar untuk meliput, ditolak lantaran keterbatasan kapasitas atau persyaratan yang dinilai tidak masuk akal lainnya.
Menurut piagam Komite Olimpiade Internasional, penyelenggara harus segera mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan liputan penuh oleh berbagai media dan audiens seluas mungkin di dunia untuk Olimpiade. Akan tetapi, hingga saat ini, pihak penyelenggara Olimpiade Beijing diketahui tidak segera menanggapi keluhan dari FCCC.
Sebelumnya, Tiongkok telah memberlakukan peraturan ketat untuk penyelenggaraan Olimpiade Beijing. Termasuk di antaranya adalah mewajibkan atlet yang tidak atau belum divaksinasi COVID-19 untuk melakukan karantina selama 21 hari, dengan pemantauan dan pengujian harian COVID-19 loop tertutup.
(wk/tiar)