Administrator NASA Bill Nelson geram akan kelakuan Rusia, menegaskan bahwa sampah-sampah itu tak hanya mengancam astronaut Amerika, namun juga kru dari Rusia sendiri.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 16 November 2021 - 13:50 WIB
WowKeren - Sebuah tes senjata yang dilakukan oleh Rusia telah menyebabkan lebih dari 1.500 keping sampah luar angkasa. Sampah-sampah ini berubah menjadi ancaman bagi tujuh astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Kondisi ini dilaporkan oleh pejabat AS yang menyebut serangan itu sembrono dan tidak bertanggung jawab. Departemen Luar Negeri mengonfirmasi pada hari Senin (15/11) bahwa puing-puing itu berasal dari satelit tua Rusia yang dihancurkan oleh rudal tersebut.
Administrator NASA Bill Nelson geram akan kelakuan Rusia. Kepada The Associated Press, ia menegaskan bahwa sampah-sampah itu tak hanya mengancam astronaut Amerika, namun juga kru dari Rusia sendiri dan negara-negara lainnya.
"Tak perlu dikatakan, saya marah. Ini tidak masuk akal," ujarnya. "Sulit dipercaya bahwa pemerintah Rusia akan melakukan tes ini dan mengancam tidak hanya astronaut internasional, tetapi juga kosmonot mereka sendiri yang ada di stasiun serta tiga orang di stasiun luar angkasa Tiongkok.
Akibat adanya sampah-sampah itu, Nelson mengatakan para astronaut sekarang menghadapi risiko empat kali lebih besar. Itu didasarkan pada puing-puing yang cukup besar untuk dilacak, dengan ratusan ribu kepingan yang lebih kecil tidak terdeteksi.
"Salah satunya dapat menyebabkan kerusakan besar jika mengenai tempat yang tepat," tambahnya. Kecaman juga datang dari Menteri Luar Negeri Antony Blinken. Sampah-sampah Rusia juga menyebabkan ancaman bagi satelit luar angkasa.
Tes tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa Rusia "terlepas dari klaimnya menentang persenjataan luar angkasa, bersedia membahayakan eksplorasi dan penggunaan luar angkasa oleh semua negara melalui perilakunya yang sembrono dan tidak bertanggung jawab," kata Blinken dalam sebuah pernyataan.
Pada Senin (15/11) pagi, begitu ancaman terlihat, empat orang Amerika, satu Jerman dan dua Rusia di kapal diperintahkan untuk segera mencari perlindungan di kapsul mereka dan menghabiskan 2 jam di sana.
(wk/zodi)