WHO: Eropa Satu-satunya Wilayah di Dunia yang Alami Kenaikan Kematian COVID-19
AP Photo/Evgeniy Maloletka
Dunia
Pandemi Virus Corona

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kematian COVID-19 di semua wilayah selain Eropa tetap stabil atau menurun pekan lalu, dengan total 50.000 kasus di seluruh dunia.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa Eropa adalah satu-satunya wilayah di dunia di mana kematian terkait COVID-19 meningkat minggu lalu setelah naik sebesar 5 persen. Menurut WHO, kematian COVID-19 di semua wilayah selain Eropa tetap stabil atau menurun pekan lalu, dengan total 50.000 kasus di seluruh dunia.

Dalam laporan mingguannya, WHO juga mencatat kasus COVID-19 melonjak sebesar 6 persen secara global. Kenaikan kasus positif ini didorong oleh peningkatan di Amerika, Eropa dan Asia. Dari 3,3 juta infeksi baru yang dilaporkan, 2,1 juta di antaranya berasal dari Eropa

Dengan demikian, kasus COVID-19 telah meningkat di 61 negara yang dihitung WHO di kawasan Eropa selama tujuh minggu berturut-turut. Kabar baiknya, WHO mengatakan infeksi kasus COVID-19 di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara telah menurun sejak bulan Juli lalu.


Sementara di Eropa sendiri, WHO mengatakan jumlah kasus baru tertinggi berada di Rusia, Jerman dan Inggris. Disebutkan bahwa kematian melonjak 67 persen di Norwegia dan 38 persen di Slovakia.

Sebelumnya, WHO telah menilai Eropa menjadi pusat pandemi yang berkelanjutan. WHO juga telah memperingatkan bahwa mungkin ada 500.000 kematian lagi pada bulan Februari 2022 jika tindakan mendesak tidak diambil di benua itu.

Terkait kenaikan kasus COVID-19 di Eropa, para ahli sepakat kemungkinan penyebab yang paling masuk akal adalah kombinasi dari penyerapan vaksin yang rendah, berkurangnya kekebalan di antara orang-orang yang disuntik lebih awal, dan meningkatnya kepuasan tentang masker dan prokes. Diketahui, sekitar 60 persen orang di Eropa Barat telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19. Namun di bagian timur Eropa, orang yang telah divaksinasi baru sekitar separuh angka tersebut.

"Pesannya selalu: lakukan semuanya," ujar Hans Kluge selaku direktur regional WHO untuk Eropa pekan lalu. "Vaksin melakukan apa yang dijanjikan: mencegah bentuk penyakit yang parah, dan terutama kematian. Tetapi mereka adalah aset kami yang paling kuat hanya jika digunakan bersamaan dengan tindakan pencegahan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts