Seperti yang diketahui, selama pandemi COVID-19 berlangsung di Indonesia, kehidupan perekonomian nasional melemah. Maka dari itu, pemerintah berupaya untuk bisa bangkit.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 18 November 2021 - 09:42 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia, berdampak pada kehidupan perekonomian nasional. Selama pandemi berlangsung hampir 2 tahun, perekonomian nasional diketahui mengalami kegoyahan.
Maka dari itu, di samping fokus menangani pandemi COVID-19, pemerintah juga berupaya untuk memulihkan perekonomian nasional. Presiden Joko Widodo pun menekankan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 harus bisa menjadi instrumen pendongkrak pertumbuhan ekonomi pada tahun depan.
Menurut Jokowi, hal tersebut penting untuk dilakukan, mengingat kondisi di Indonesia masih "dihantui" ketidakpastian, khususnya yang disebabkan oleh pandemi COVID-19. Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (17/11) di Jakarta, Jokowi minta agar setiap negara dapat digunakan untuk memperkuat daya tahan dan mengakselerasi daya saing ekonomi di tengah perlambatan ekonomi dunia yang berpotensi masih berlanjut di 2022.
Jokowi juga mengingatkan untuk mewaspadai setiap tantangan yang akan dijumpai pada tahun 2022. Apalagi di tengah potensi berlanjutnya pandemi COVID-19 dan perlambatan ekonomi dunia yang masih ada.
"Oleh karena itu, APBN 2022 harus bisa menjadi instrumen utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya tahan ekonomi, dan mengakselerasi daya saing kita," tutur Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi juga meminta untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia agar bisa mendorong ekspor dan mengundang lebih banyak lagi investasi. Oleh sebab itu, APBN sebagai instrumen fiskal negara harus bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian, di antaranya adalah dengan upaya penajaman fokus dan efisiensi belanja negara.
Jokowi lantas menekankan agar belanja dan rutinitas tidak perlu segera dihilangkan, dan digeser ke yang lebih produktif. Kemudian, ia juga menginstruksikan seluruh kementerian/lembaga untuk bergerak cepat merealisasi APBN 2022 mulai dari Januari tahun depan. Lalu, ia berharap agar program-program pemerintah sudah bisa dieksekusi sejak awal 2022.
"Artinya, di bulan ini, kita siapkan administrasi agar awal tahun sudah bisa dieksekusi dan kita harus siapkan dasar pelaksanaan itu," tegas Jokowi. Sementara dalam pidato kenegaraan yang disampaikan pada 16 Agustus lalu, Jokowi menyampaikan bahwa dalam Rancangan APBN 2022, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2022 di kisaran 5,0=5,5 persen.
Mengenai alokasi belanja negara sendiri, kata Jokowi, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2,7 triliun dengan pendapatan negara sebanyak Rp1,8 triliun. Dengan begitu, defisit anggaran 2022, diperkirakan sebesar Rp868 triliun atau 4,85 persen Produk Domestik Bruto (PDB).
(wk/tiar)