Belum lama ini, pemain tenis bintang asal Tiongkok Peng Shuai mengungkapkan menerima perlakuhan pelecehan seksual dari mantan pejabat tinggi negara. Namun kini, ia 'menghilang', tak ada kabar.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 18 November 2021 - 13:31 WIB
WowKeren - Beberapa waktu yang lalu, pemain bintang tenis asal Tiongkok, Peng Shuai mengaku sempat dilecehkan oleh mantan Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli. Akan tetapi, kini tak terdengar kabar dari Shuai usai melaporkan Zhang terkait dugaan tindak pelecehan seksual tersebut.
Bahkan kabar "menghilangnya" Shuai itu pun memicu kekhawatiran dari mantan petenis nomor 1 dunia, Naomi Osaka. Hal ini diutarakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (17/11).
Di tengah isu menghilangnya Shuai, muncul sebuah surat elektronik atau email yang dirilis oleh media pemerintah Tiongkok, di mana menyebutkan bahwa bintan petenis tersebut tengah "beristirahat di rumah dan bahwa tuduhan penyerangan seksual itu tidak benar". Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan dari Ketua Asosiasi Tenis Wanita (WTA) terkait keaslian email tersebut.
Melansir Al Jazeera, Shuai belum terlihat sejak ia menuding seorang pejabat tinggi negara yang melakukan penyerangan seksual pada awal bulan November. Sementara itu, Ketua WTA, Steve Simon mengatakan bahwa email yang diterbitkan dan dibagikan melalui media pemerintah Tiongkok pada Rabu (17/11) itu, telah meningkatkan kepeduliannya terhadap Shuai.
"Saya sulit percaya bahwa Peng Shuai benar-benar menulis email yang kami terima atau percaya apa yang dikaitkan dengannya," papar Simon dalam sebuah pernyataan.
Simon kemudian menjelaskan isi dari email yang dibagikan oleh penyiar negara Tiongkok, CGTN tanpa diketahui tanggal, tajuk, dan tanda tangan. Pesan tersebut dibuka dengan sapaan dari Shuai. "Hallo semuanya, ini Peng Shuai," bunyi email tersebut.
Kendati demikian, Simon mengatakan bahwa pihaknya belum mengonfirmasi atau memverifikasi "berita terbaru" mengenai Shuai di situs web WTA. "Berita dalam rilis itu, termasuk tuduhan penyerangan seksual, tidak benar, saya baru saja beristirahat di rumah dan semuanya baik-baik saja," tutur Shuai dalam email.
Sebelumnya, Shuai mengungkapkan dalam sebuah unggahan di media sosial yang menyebutkan bahwa seorang mantan Wakil PM telah memaksanya untuk berhubungan badan, meski telah ditolak berulang kali. Akan tetapi unggahan tersebut telah dihapus dari Weibo. Pihak WTA pun mendesak agar pihak berwenang bisa segera bertindak.
(wk/tiar)