Baru Longgarkan Pembatasan, Kasus COVID-19 di Korea Selatan Kembali Tembus Rekor
AP Photo/Ahn Young-joon
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sejak 1 November lalu, Korea Selatan telah memasuki fase pertama dari strategi hidup berdampingan dengan COVID-19 yang dimulai dengan melonggarkan pembatasan.

WowKeren - Korea Selatan pada Kamis (18/11) telah melaporkan kasus COVID-19 yang mencapai rekor tertinggi, pada angka 3.292. Hal ini terjadi tepat ketika negara itu mulai melonggarkan pembatasan awal bulan ini, menurut The Korea Herald.

Seperti diketahui, sejak 1 November lalu, Korea Selatan telah memasuki fase pertama dari strategi "hidup berdampingan dengan COVID-19". Fase ini dimulai dengan melonggarkan pembatasan pertemuan sosial dan masuknya vaksin ke tempat-tempat berisiko tinggi seperti klub malam dan gym dalam ruangan, sebagaimana dilaporkan Reuters.

3.292 kasus yang dilaporkan pada Kamis melampaui rekor Korea Selatan sebelumnya yang berada di angka 3.270. Jumlah kasus ini dilaporkan pada 25 September lalu. Dari 3.272 kasus yang ditularkan secara lokal, 1.423 dilaporkan di Seoul, 965 di Gyeonggi dan 195 di Incheon.


Sebelum memulai strategi hidup berdampingan dengan COVID-19, Korea Selatan telah memerangi gelombang keempat infeksi corona yang dimulai pada Juli lalu. Menurut kantor berita itu, 78,5 persen populasi Korea Selatan telah divaksinasi, termasuk lebih dari 90 persen populasi orang dewasa.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan bahwa peningkatan jumlah kasus serius mungkin juga disebabkan oleh berkurangnya efektivitas vaksin yang didapat oleh mereka yang telah mengikuti program itu sebelumnya. KDCA pada Rabu (17/11) mengatakan bahwa mereka berencana untuk memotong waktu tunggu bagi orang tua dan mereka yang rentan untuk mendapatkan suntikan booster.

Jika semula perlu waktu enam bulan interval, maka mereka direncanakan untuk bisa mendapatkan suntikan booster dua bulan lebih awal, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Menurut kantor berita Yonhap, Perdana Menteri Korea Selatan Kim Boo Kyum akan mengadakan pertemuan dengan kepala rumah sakit di Seoul. Pertemuan ini dimaksudkan untuk membahas operasi tempat tidur perawatan intensif di tengah meningkatnya jumlah pasien COVID-19 yang sakit kritis.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts