Jokowi Sebut Semua Provinsi Berlomba Jadi PPKM Level 1, Imbau Tak Tergesa-Gesa Buka Semuanya
setkab.go.id
Nasional
PPKM Darurat

Presiden Jokowi bersyukur atas kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia yang terus membaik. Meski demikian, Jokowi juga menekankan untuk tetap waspada lantaran lonjakan kasus masih sangat bisa terjadi.

WowKeren - Kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia belakangan ini telah menunjukkan perbaikan. Atas pencapaian ini, Presiden Joko Widodo mengucapkan rasa syukurnya, sehingga Indonesia sudah semakin membaik.

Bakan Jokowi juga menyebut bahwa semua provinsi di Indonesia tengah berlomba-lomba menjadi daerah dengan risiko penularan rendah atau berada pada level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sembari bersyukur, Jokowi juga menyinggung mengenai kasus harian COVID-19 yang sempat melonjak pada Juli lalu.

"Saat itu, hanya dalam waktu 2-3 minggu langsung berada di puncak 56 ribu, RS pontang panting," ungkap Jokowi dalam gelaran Kompas 100 CEO Forum, Kamis (18/11). "Sekarang antarprovinsi, antarkabupaten/kota berlomba-lomba untuk menunjukkan 'saya level 1', ini bagus dalam rangka berkompetisi antarprovinsi, antarkabupaten/kota."

Lebih lanjut, Jokowi memberikan apresiasinya atas presatasi yang telah berhasil diraih, berkat kerja sama seluruh elemen bangsa. Ia juga bersyukur atas penambahan kasus COVID-19 harian dalam beberapa hari terakhir telah melandai di angka 300-500 orang.


Sementara mengenai kebutuhan okisgen, obat-obatan untuk pasien COVID-19, kata Jokowi, telah ditangani. Ia juga menekankan bahwa untuk bisa sejauh ini, kuncinya memang berada pada gotong royong, kerja bersama sama solidaritas antar seluruh elemen bangsa. Hal ini telah dibuktikan pada bulan Juli hingga September.

Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan bahwa pencapaian vaksinasi COVID-19 terhadap masyarakat Indonesua juga terus meningkat. Meski bukan hal yang mudah, tetapi Indonesia bisa membuktikan sanggup melaksanakan percepatan vaksinasi COVID-19, dan saat ini sudah ada 219,4 juta dosis yang disuntikkan.

Selain itu, Jokowi juga kembali menekankan agar setiap wilayah di Indonesia tetap waspada dan berhati-hati, serta selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Mengingat dengan lonjakan kasus COVID-19, maka akan berdampak buruk pada kehidupan perekonomian Indonesia.

"Intinya sekali lagi yang harus kita hati-hati, penuh kehati-hatian," tandas Jokowi. "Tidak usah tergesa-gesa buka semuanya, dilihat bagaimana positivity rate seperti apa, belum cukup, lihat BOR (bed occupation rate) di RS seperti apa."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts