Tak Temukan Klaster Sekolah, Bupati Wonogiri Dorong Pelaksanaan PTM Terbatas 100 Persen
Instagram/bupatiwonogiri
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Meski PTM terbatas telah dilangsungkan di sejumlah daerah, tetapi dalam menerapkan tetap memperhatikan prokes. Sejauh ini, pelaksanaan PTM terbatas di Kabupaten Wonogiri tak ditemukan klaster COVID-19.

WowKeren - Sejumlah sekolah di daerah saat ini diketahui telah memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Salah satunya adalah di Wonogiri.

Mengenai kegiatan PTM terbatas, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri akan segera memberlakukan sekolah tatap muka itu secara 100 persen bagi seluruh jenjang. Hal ini lantaran sejauh ini tidak ditemukan adanya klaster COVID-19 di sekolah.

Bupati yang akrab disapa Jekek itu mengatakan bahwa saat ini, Pemkab Wonogiri menerapkan PTM terbatas 75 persen. Maka dari itu, pihaknya berharap bisa melaksanakan PTM terbatas sebanyak 100 persen.

"Kami mendorong agar PTM di seluruh sekolah dapat dilaksanakan menjadi 100 persen," terang Jekek dalam keterangan kepada Kompas.com, Senin (22/11). "Satu bulan lebih, kami menggelar PTM terbatas, Alhamdulillah tidak ditemukan klaster penularan COVID-19 di sekolah."


Jekek lantas memberikan apresiasinya bagi seluruh guru dan siswa yang telah disiplin dan taat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) selama mengikuti PTM terbatas di sekolah. Menurutnya, hal ini lah yang membuat tidak terjadinya klaster COVID-19 di sekolah selama PTM terbatas berlangsung di Kabupaten Wonogiri.

Lebih lanjut, Jekek menerangkan dalam menuju PTM 100 persen, Pemkab Wonogiri akan terlebih dahulu mengevaluasi jalannya pelaksanaan PTM 75 persen seperti saat ini. Adapun teknis pelaksanaan PTM 100 persen nantinya, akan memperbolehkan seluruh siswa masuk sekolah, namun jam pelajaran belum bisa penuh dilaksanakan normal.

Tidak hanya itu, Jekek menambahkan bahwa rencana penyelenggaraan PTM 100 persen adalah sebagai upaya Pemkab Wonogiri untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di wilyahnya. Sementara mengenai tidak adanya klaster penularan COVID-19 saat PTM, ia menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri telah melakukan rapid antigen dengan sampling acak di 276 sekolah.

Hasil dari tes sampling acak tersebut, tim Satgas COVID-19 Kabupaten Wonogiri tidak menemukan kasus infeksi positif terhadap siswa atau guru. Menurut Jekek, hal ini juga menunjukkan bahwa betap efektifnya vaksinasi COVID-19 yang dilakukan kepada seluruh siswa usia di atas 12 tahun dan tenaga pendidik di wilayahnya.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts