Ilmuwan Klaim Varian Delta COVID-19 Bisa Punah Secara Alami di Negara Ini
pixabay.com/smooveo
Dunia
Pandemi Virus Corona

Penelitian baru menunjukkan jika varian Delta COVID-19 terdorong secara alami untuk menuju kepunahan setelah mutasi virus menyebabkan mereka tidak dapat menggandakan diri.

WowKeren - Jepang menjadi salah satu negara yang berada dalam siaga tinggi sejak awal pandemi COVID-19 menyebar. Terutama setelah varian Delta yang sangat menular masuk ke negara itu pada tahun 2021.

Selama puncak gelombang kelima, Jepang mencatat sekitar 26.000 kasus per hari ketika negara-negara di seluruh dunia memberlakukan kembali penguncian yang kuat untuk menekan kurva Delta. Hingga kemudian pada November, negara ini telah mencatat pemulihan yang luar biasa, dengan jumlah kasus berada di angka kurang di 200 dalam beberapa pekan terakhir.

Data baru dari Jepang telah membuat para ahli yakin bahwa negara itu telah berhasil memberantas varian Delta COVID-19. Penelitian baru dari Institut Genetika Nasional Jepang menunjukkan jika varian Delta COVID-19 terdorong secara alami untuk menuju kepunahan setelah beberapa mutasi dari virus itu menyebabkan mereka tidak dapat menggandakan diri.

Menurut teori yang secara potensial bersifat revolusioner itu, yang diajukan oleh seorang ahli genetika bernama Profesor Ituro Inoue, varian Delta mengakumulasi terlalu banyak mutasi pada protein pengoreksi kesalahan virus yang disebut nsp14. Inoue mengatakan virus itu berjuang untuk memperbaiki kesalahan tepat waktu dan pada akhirnya menyebabkan "penghancuran diri sendiri".


Saat pertama kali muncul, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyatakan jika varian Delta dua kali lebih menular daripada varian sebelumnya serta dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah pada orang yang tidak divaksinasi. Namun, menurut penelitian Prof Inoue, justru sebaliknya. "Kami benar-benar terkejut melihat temuan itu," kata Inoue kepada The Japan Times.

Ia mengakui jika virus itu memang mudah menular, tak terkecuali di Jepang. Namun terlalu banyaknya mutasi justru menjadi bumerang bagi virus itu sendiri.

"Varian Delta di Jepang sangat mudah menular dan membuat varian lain tidak masuk. Tetapi ketika mutasi menumpuk, kami percaya itu akhirnya menjadi virus yang salah dan tidak dapat menggandakan dirinya sendiri," jelasnya. "Mengingat bahwa kasusnya belum meningkat, kami berpikir bahwa pada titik tertentu selama mutasi seperti itu, ia langsung menuju ke kepunahan alaminya."

Namun, Inoue percaya infeksi baru masih akan meningkat jika varian Delta masih hidup dan sehat. "Karena masker dan vaksinasi tidak mencegah infeksi dalam beberapa kasus," katanya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts