Adapun vaksin Pfizer sendiri telah mendapat izin penggunaan darurat Vaksin COVID-19 bagi kelompok usia 12-15 tahun dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada bulan Mei 2021 lalu.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 23 November 2021 - 11:26 WIB
WowKeren - Vaksin COVID-19 Pfizer disebut mampu menyediakan proteksi jangka lama terhadap virus untuk remaja berusia 12-15 tahun. Klaim tersebut merupakan hasil dari studi tahap akhir yang dilakukan di kalangan remaja.
Dua dosis vaksin Pfizer disebut 100 persen efektif melawan COVID-19, terhitung dalam tujuh hari hingga empat bulan pasca suntikan kedua. Data tersebut akan mendukung pengajuan persetujuan Vaksin Pfizer untuk kelompok usia remaja di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.
Diketahui, Pfizer-BioNTech akan meminta izin vaksin COVID-19 dosis 30 mikrogram untuk mereka yang berusia 12 tahun ke atas. Adapun vaksin Pfizer sendiri telah mendapat izin penggunaan darurat bagi kelompok usia 12-15 tahun dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada bulan Mei 2021 lalu. Vaksin Pfizer juga telah mendapat persetujuan penuh untuk digunakan bagi orang berusia 16 tahun ke atas pada bulan Agustus 2021.
Selain itu, FDA dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) juga telah merekomendasikan vaksin Pfizer-BioNTech untuk anak usia 5-11 tahun. Dengan turunnya izin ini, sebanyak 28 juta anak-anak di seluruh AS siap menerima vaksin COVID-19.
Di sisi lain, CDC telah memperluas otorisasi dosis booster bagi seluruh orang dewasa yang telah menerima suntikan kedua vaksin Pfizer atau Moderna setidaknya enam bulan sebelumnya. Sebelumnya, regulator AS baru mengizinkan booster untuk semua penerima vaksin satu dosis Johnson & Johnson, dua bulan setelah dosis utama mereka.
Presiden Joe Biden menjamin pemerintah telah mengamankan dosis vaksin COVID-19 yang cukup untuk semua anak di Negeri Paman Sam. Selama akhir pekan ini, Biden memastikan pemerintah akan merampungkan proses pengemasan dan pengiriman jutaan dosis vaksin Pfizer untuk anak-anak tersebut.
"Suntikan booster telah menunjukkan kemampuan untuk secara aman meningkatkan perlindungan orang terhadap infeksi dan hasil yang parah dan merupakan alat kesehatan masyarakat yang penting untuk memperkuat pertahanan kita terhadap virus saat kita memasuki liburan musim dingin," jelas Direktur CDC Rochelle Walensky dalam pernyataannya.
(wk/Bert)