Selandia Baru Izinkan Turis Internasional Masuk Mulai 2022 Usai 'Lockdown' Sejak Awal Pandemi
AP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Selandia Baru sudah menutup perbatasan negaranya dengan sangat ketat sejak pandemi COVID-19 pertama melanda. Kini PM Jacinda Ardern menurunkan instruksi agar perbatasan dibuka secara bertahap.

WowKeren - Selandia Baru menjadi salah satu negara yang menerapkan pembatasan COVID-19 dengan begitu ketat. Termasuk menutup pintu masuk dan keluar internasional negaranya demi mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19.

Namun mulai tahun 2022 mendatang, Selandia Baru siap membuka pintu masuk internasional negaranya secara lebih longgar.Tentu ini adalah regulasi yang mengejutkan menyusul tegasnya sikap Perdana Menteri Jacinda Ardern yang benar-benar "menutup pintu" sejak pandemi COVID-19 melanda.

Total Selandia Baru sudah menyetop kedatangan pelaku perjalanan internasional secara bebas selama lebih dari 1,5 tahun. Sedianya hanya pelaku perjalanan yang sudah divaksin yang boleh masuk Selandia Baru mulai 2022 mendatang, di mana pembukaannya dilakukan secara bertahap.

Yang pertama, diawali dengan izin masuk WN Selandia Baru dan pemegang visa yang berasal dari Australia pada 17 Januari 2022. Kemudian setelahnya WN Selandia Baru dari berbagai negara selain Australia boleh masuk mulai 14 Februari 2022. Terakhir, seluruh pelaku perjalanan internasional dari berbagai negara boleh masuk Selandia Baru mulai akhir April 2022, tentu saja dengan syarat sudah divaksin.

Mereka tetap diwajibkan menjalani isolasi mandiri di rumah selama sepekan. Namun para pelaku perjalanan internasional ini tidak perlu dikarantina di fasilitas mahal dan berkapasitas terbatas yang disediakan pemerintah Selandia Baru.


"Menutup perbatasan adalah salah satu langkah utama kita agar tetap aman dari COVID-19. Itu akan menjadi hal terakhir yang kita lakukan sebelum 'membuka diri'," ujar Menteri Respons COVID-19 Selandia Baru, Chris Hipkins, dikutip pada Rabu (24/11). "Kami juga memahami bahwa pembatasan ketat yang diberlakukan sangat berat untuk banyak orang."

Meskipun belum ada kepastian kapan Selandia Baru benar-benar siap membuka pintu masuk internasionalnya, keputusan ini sudah disambut dengan antusiasme tinggi. Pasalnya hingga kini masih banyak WN Selandia Baru yang tidak bisa kembali ke negaranya, bahkan sejak hampir setahun belakangan, lantaran kapasitas pusat isolasi pemerintah begitu terbatas.

Situasi tersebut, diakui oleh WN Selandia Baru di luar negeri, menjadi beban psikologis dan emosional tersendiri bagi mereka. Serta tentu saja ada biaya besar yang harus dikorbankan karena mereka tak jua bisa kembali ke Tanah Air.

Walau sudah menunjukkan pelonggaran dengan rencana membuka pintu penerbangan internasional mulai tahun depan, masih banyak yang mempertanyakan mengapa Selandia Baru tidak memulainya sejak sebelum Natal tahun ini. Chris Hipkins pun menegaskan bahwa pemerintah hanya berusaha berhati-hati karena kasus COVID-19 global juga tengah meningkat.

"Pandemi COVID-19 tengah melonjak di Eropa dan berbagai wilayah lain, jadi kita harus berhati-hati saat membuka perbatasan," tegas Hipkins. "Beberapa orang ingin kami membukanya sebelum Natal, kami memahami hal tersebut. Namun di sisi lain banyak yang ingin kami lebih berhati-hati."

"Kami mengakui ini sulit namun akhir dari perjalanan internasional yang serba dibatasi sudah di depan mata," imbuh Hipkins. "Kita akhirnya akan mencapai titik di mana orang-orang bisa melakukan perjalanan internasional tanpa keharusan mengisolasi diri dalam jangka waktu tertentu. Tapi kita belum di posisi tersebut."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts