Perdana Menteri Ethiopia Turun Langsung ke Medan Perang Lawan Pemberontak Tigray
Instagram/pmabiyahmed
Dunia

Sebelumnya pada Senin (22/11) malam, Abiy Ahmed telah mengumumkan rencananya untuk secara pribadi mengarahkan perang melawan pasukan Tigray dan sekutu mereka.

WowKeren - Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed dilaporkan telah memimpin perang di garis depan. Kantor berita Fana pada Rabu (24/11) melaporkan jika Wakil Perdana Menteri Demeke Mekonnen Hassen akan bertanggung jawab untuk urusan rutin pemerintah selama Abiy memimpin perang.

Kantor berita itu juga melaporkan jika juru bicara pemerintah Legesse Tulu merinci pemindahan beberapa tugas rutin dalam konferensi pers. Sebelumnya pada Senin (22/11) malam, Abiy telah mengumumkan rencananya untuk secara pribadi mengarahkan perang melawan pasukan Tigray dan sekutu mereka.

"Mari kita bertemu di garis depan perang," tulisnya, "Waktunya telah tiba untuk memimpin negara dengan pengorbanan."

Sebelumnya pada bulan Oktober, pasukan Tigray dan sekutu mereka mengancam akan berjalan menuju ke ibu kota Addis Ababa. Mereka juga telah berupaya keras untuk mencoba memotong akses transportasi yang menghubungkan Ethiopia dengan pelabuhan utama Djibouti di kawasan itu.


Pada hari Selasa (23/11), Utusan Khusus AS Jeffrey Feltman mengatakan militer Ethiopia dan milisi regional telah mampu menahan upaya Tigray untuk memotong koridor itu. Namun sayangnya, pasukan tersebut mampu bergerak ke selatan menuju Addis.

Salah satu pendiri dan ketua Institut Studi Strategis Internasional Horn Mustafa Ali mengatakan bahwa keputusan perdana menteri untuk turun langsung ke medan perang adalah sebuah pertaruhan yang besar. "Aby mempertaruhkan nyawanya dan dia juga mempertaruhkan nyawa orang-orang yang akan bersamanya," kata Ali kepada Al Jazeera.

Menurutnya, Abiy menganggap bahwa kondisi di ibu kota cukup menguntungkan dengan banyaknya pangkalan militer di sana. Abiy, disebutnya, mungkin melihat itu sebagai hal yang mendukung untuk operasi psikologis.

"Perhitungan di sini dari pemerintahan Aby adalah karena banyak pangkalan bersenjata berkumpul di sekitar Addis Ababa," lanjutnya. "Dia melihatnya cocok sebagai bagian dari operasi psikologis untuk menginspirasi orang Ethiopia lainnya untuk bergabung dengan (tentara nasional) dan memukul mundur Tigrayan."

Sebelumnya, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta meminta faksi-faksi Ethiopia yang bertikai untuk menghentikan permusuhan. Ia mendesak agar semua pihak duduk bersama untuk menyelesaikan perbedaan yang ada.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts