Ungkit Dukungan ke Tokyo Olympics, Tiongkok Minta Jepang Gantian Tolak Boikot Olimpiade Beijing
Dunia

Sejumlah politisi Partai Demokrat Liberal telah meminta pemerintah mempertimbangkan boikot diplomatik mengingat Tokyo dan Beijing masih berselisih mengenai masalah teritorial.

WowKeren - Tiongkok pada Kamis (25/11) mendesak Jepang untuk mendukung Olimpiade Beijing yang akan digelar pada 2022 mendatang, Seruan ini datang setelah sejumlah negara tengah mempertimbangkan untuk melakukan boikot terhadap gelaran olahraga tersebut, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara demokratis lainnya.

Seperti diketahui, Australia sebelumnya dilaporkan tengah mempertimbangkan boikot diplomatik untuk acara tersebut. Mereka berpikir untuk tidak mengirim pejabat pemerintah ke gelaran tersebut.

Untuk itu, Tiongkok meminta bantuan negara tetangganya untuk mendukung Olimpiade ini. Bahkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian pada Kamis (25/11) kembali mengingatkan Jepang bahwa Tiongkok pernah mendukung Negeri Sakura ketika mereka menggelar Olimpiade Tokyo beberapa waktu lalu.

"Tiongkok sepenuhnya mendukung Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo musim panas ini," ujarnya. "Jadi Jepang harus memiliki keyakinan dasar."


Pekan lalu, Presiden AS Joe Biden juga mengakui bahwa dia sedang mempertimbangkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing yang dijadwalkan akan digelar pada Februari mendatang. Boikot yang dilakukan AS, dipandang sebagai tanggapan atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia Tiongkok terhadap Muslim Uyghur di wilayah Xinjiang yang dicap Washington sebagai "genosida."

Sementara itu belum lama ini, publik juga dikejutkan dengan "hilangnya" bintang tenis Tiongkok Peng Shuai, yang mengklaim dia dipaksa melakukan hubungan seksual dengan mantan wakil perdana menteri. Usai dipertanyakan keberadaannya, Peng Shuai akhirnya muncul.

Sementara itu, Jepang dilaporkan masih belum mengambil keputusan. Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan pada Rabu (24/11) bahwa belum ada keputusan pada saat ini mengenai boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing. Ia sebelumnya mengepalai kelompok anggota parlemen lintas partai yang mempromosikan hubungan Jepang-Tiongkok.

Namun, beberapa politisi Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang telah meminta pemerintah di bawah Perdana Menteri Fumio Kishida untuk mempertimbangkan boikot diplomatik. Hal ini mengingat Tokyo dan Beijing masih berselisih mengenai masalah teritorial dan hak asasi manusia.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts