Soroti Pemerintahan Taliban, Jokowi Janjikan Beasiswa Pendidikan untuk Perempuan Afghanistan
presidenri.go.id
Nasional

Presiden Joko Widodo mengingatkan janji Taliban untuk membentuk pemerintahan inklusif dan menghormati hak perempuan Afghanistan. Jokowi menegaskan Indonesia siap membantu berkontribusi mewujudkannya.

WowKeren - Pemerintah Indonesia sudah beberapa kali menyampaikan pendapatnya terhadap konflik yang terjadi di Afghanistan, terutama setelah Taliban kembali menguasai negara tersebut. Kali ini Presiden Joko Widodo kembali mengangkat topik serupa di Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13. Jumat (26/11).

Melalui konferensi virtualnya, Jokowi menyinggung pemerintahan inklusif yang belum terbentuk sejak Taliban mengambilalih Afghanistan. "Sekitar 23 juta rakyat Afghanistan terancam krisis pangan, bantuan kemanusiaan menjadi prioritas," ungkap Jokowi, dikutip dari siaran persnya, Sabtu (27/11).

Karena itulah, Jokowi juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk turut memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara tersebut. "Kami berkomitmen memberikan bantuan, termasuk untuk bantuan kapasitas," tegas Jokowi.

Bukan hanya isu kemanusiaan, Jokowi juga menyinggung perkara pemberdayaan perempuan di Afghanistan. Jokowi mengingatkan lagi soal salah satu janji Taliban, yakni akan menghormati dan memenuhi hak-hak asasi kaum perempuan.

Jokowi menegaskan keinginan Indonesia untuk berkontribusi di sana. Salah satunya dengan memanfaatkan Indonesia-Afghanistan Women Solidarity Network yang bisa menjadi wadah untuk kerja sama pemberdayaan perempuan ke depannya.


Menariknya, Jokowi juga menjanjikan beasiswa pendidikan untuk perempuan Afghanistan. Meski mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak menyebutkan detail seperti apa pelaksanaannya nanti.

"Kami juga siap memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan Afghanistan," tegas Jokowi. "Kami akan terus lanjutkan upaya pemberdayaan perempuan Afghanistan melalui kerja sama dengan berbagai pihak."

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga menyinggung soal kerja sama antarulama. Ulama, menurut Jokowi, memiliki peran penting di masyarakat. Karena itulah, pada 2018 lalu, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia untuk mendukung proses perdamaian.

"Meskipun situasi Afghanistan sudah berbeda, namun ulama tetap berperan penting," pungkas Jokowi. "Kami siap memfasilitasi dialog antara ulama, termasuk ulama Afghanistan."

Sebagai informasi, kelompok milisi Taliban berhasil menguasai lagi pemerintahan Afghanistan pada 15 Agustus 2021. Di era pemerintahannya yang kedua ini, Taliban menjanjikan pemerintahan yang lebih inklusif serta akan menghormati hak-hak kaum perempuan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts