COVID-19 Omicron Diduga Bisa Hindari Vaksin, Moderna dkk 'Kalang Kabut' dan Lakukan Ini
who.int
Dunia
Pandemi Virus Corona

Perusahaan-perusahaan farmasi ikut geger dengan COVID-19 varian Omicron (B.1.1.529) yang dikhawatirkan bisa menghindari antibodi, baik yang diproduksi alami maupun imbas vaksin.

WowKeren - Kasus perdana COVID-19 varian B.1.1.529, atau kini dinamai sebagai varian Omicron, baru ditemukan awal November 2021. Namun varian Omicron kini telah menjadi salah satu varian COVID-19 yang mengkhawatirkan (Variant of Concern / VoC) menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Karakteristik spesifik dari varian Omicron adalah banyaknya mutasi yang dijumpai di protein durinya yang memicu berbagai kekhawatiran. Termasuk varian Omicron yang diduga resisten terhadap antibodi dan menurunkan efikasi vaksin COVID-19 yang ada saat ini.

Karena itulah perusahaan-perusahaan vaksin langsung mengumumkan rencana penelitian lanjutan untuk setiap produk mereka. Seperti Moderna yang kantornya berbasis di Cambridge membenarkan bahwa varian Omicron ini memiliki "potensi risiko yang signifikan" terhadap kekebalan tubuh, baik yang timbul secara alami maupun yang diinduksi vaksin.

"Perusahaan bekerja sangat cepat untuk memeriksa kemampuan dosis vaksin yang ada saat ini untuk menetralisir varian Omicron," ujar Moderna pada Jumat (26/11) waktu setempat. "Datanya kemungkinan akan disampaikan dalam beberapa pekan ke depan."

Moderna akan memeriksa efikasi dari penyuntikan dosis vaksin mRNA yang lebih tinggi untuk melawan varian Omicron. Cara lainnya termasuk memeriksa kemanjuran dua kandidat booster multivalen yang dirancang untuk mengantisipasi mutasi maupun kandidat booster yang dikembangkan spesifik untuk varian Omicron.


"Mutasi pada varian Omicron sangat mengkhawatirkan," jelas CEO Moderna, St├ęphane Bancel, dikutip dari UPI News pada Sabtu (27/11). "Kami akan bergerak secepat mungkin untuk menentukan strategi dalam melawan varian ini."

Hal senada juga disampaikan pengembang vaksin Pfizer-BioNTech. CNBC melaporkan Pfizer-BioNTech menjanjikan data efikasi vaksin mereka melawan varian Omicron bisa disampaikan dalam 2 pekan ke depan. Bila menunjukkan hasil yang baik, mereka siap mengadaptasikan vaksin mRNA tersebut dalam 6 pekan dan akan diedarkan paling lambat dalam 100 hari.

"Data ini akan memberikan informasi lebih tentang varian B.1.1.529," kata Pfizer-BioNTech. "Varian yang bisa menghindari (antibodi) ini mungkin hanya memerlukan penyesuaian dari vaksin kami."

Johnson & Johnson juga siap memeriksa efikasi vaksin dosis tunggalnya. "Kami memantau ketat galur baru virus COVID-19 dengan variasi di protein duri tersebut dan kami sudah memulai mengetes efektivitas vaksin kami terhadap varian baru yang pertama berkembang di selatan Afrika," tutur Juru Bicara Johnson & Johnson, Clare Boyle, kepada CNN.

AstraZeneca bersama Universitas Oxford juga siap mengadaptasikan vaksinnya terhadap mutasi yang terjadi. "AstraZeneca sudah memulai penelitian di lokasi di mana varian terdeteksi, yakni Botswana dan Eswatini," terang AstraZeneca.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts