In Depth: Omicron Ditetapkan WHO Jadi Varian Mengkhawatirkan, Lebih Berbahaya Dari Delta?
Unsplash/Matteo Jorjoson
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pada Jumat (26/11), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan Varian B.1.1.529 atau yang dinamakan Varian Omicron sebagai 'Variant of Concern' yang mengkhawatirkan.

WowKeren - Varian B.1.1.529 atau yang dinamakan Varian Omicron kini tengah membuat dunia was-was di masa pandemi COVID-19. Pada Jumat (26/11), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan Omicron sebagai "Variant of Concern" yang mengkhawatirkan.

Lantas, apakah Varian Omicron lebih berbahaya? Apa bedanya Varian Omicron dengan Varian Delta? Berikut informasi dan perbandingan Varian Omicron dengan Varian Delta yang telah dirangkum oleh tim WowKeren.

Sebenarnya Apa Itu Varian Omicron? Apa bedanya dengan Varian Delta?

Ilustrasi Varian COVID-19

Unsplash/Viktor Forgacs

Omicron merupakan varian yang dikaitkan dengan lonjakan kasus COVID-19 di provinsi Gauteng, Afrika Selatan, dalam dua minggu terakhir. Meskipun awalnya dikaitkan dengan Gauteng, varian tersebut tidak serta merta berasal dari sana. Sampel paling awal menunjukkan bahwa varian Omicron ditemukan di Botswana pada 11 November 2021.

Sementara itu, Varian Delta pertama kali terdeteksi di India pada Desember 2020 lalu. Varian Delta kini telah menjadi varian dominan di berbagai belahan dunia. Menurut WHO, 99,5 persen dari semua urutan genom COVID-19 yang dilaporkan ke database publik kini merupakan Varian Delta.

Adapun Varian Omicron dilaporkan memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein spike-nya. Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dibanding Varian Delta. Sebagai informasi, protein spike adalah kunci yang digunakan oleh virus untuk membuka kunci sel-sel tubuh kita.

Apakah Varian Omicron Lebih Cepat Menular Dibanding Varian Delta?

Ilustrasi Pencegahan Penularan Virus

Unsplash/Maxime

Masih belum jelas apakah Varian Omicron lebih menular dibandingkan dengan varian lain, termasuk Delta. WHO menyatakan bahwa jumlah kasus positif COVID-19 di wilayah Afrika Selatan yang terkena varian ini memang meningkat. Namun untuk mengetahui apakah kenaikan kasus itu disebabkan oleh Varian Omicron atau faktor lainnya, studi epidemiologi masih dilakukan.

Adapun lonjakan kasus COVID-19 yang dialami Afrika Selatan cukup mengkhawatirkan. Dari yang awalnya hanya 273 kasus positif pada 16 November, menjadi lebih dari 1.200 pada awal minggu ini. Lebih dari 80 persen di antaranya berasal dari provinsi Gauteng dan analisis awal menunjukkan varian Omicron dengan cepat menjadi strain dominan.

Nilai R, yang menunjukkan seberapa cepat epidemi berkembang, diperkirakan 1,47 untuk Afrika Selatan secara keseluruhan, tetapi 1,93 di Gauteng. Ada kemungkinan ini merupakan kesalahan statistik yang terkait dengan super-spreader virus, tetapi data tersebut telah memicu kekhawatiran yang cukup untuk tindakan pencegahan.


Apakah Varian Omicron Lebih Berbahaya Dibanding Varian Delta?

Ilustrasi Perawatan COVID-19

Unsplash/Mufid Majnun

Masih belum jelas apakah infeksi Varian Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan infeksi dengan varian lain, termasuk Delta. Data awal memang menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan. Namun WHO menduga hal ini bisa saja dipicu oleh meningkatnya jumlah orang yang terpapar COVID-19 secara keseluruhan, bukan spesifik karena infeksi Varian Omicron.

Untuk saat ini, masih belum ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lainnya. Semua varian COVID-19, termasuk varian Delta yang dominan di seluruh dunia, dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian. Khususnya bagi orang-orang yang paling rentan.

Apakah Vaksin COVID-19 Masih Efektif Menghadapi Varian Omicron?

Ilustrasi Vaksinasi COVID-19

Unsplash/Ed Us

WHO masih mendalami dampak potensial Varian Omicron pada tindakan pencegahan yang ada, termasuk Vaksin COVID-19. Namun bukti awal menunjukkan bahwa Varian Omicron kemungkinan meningkatkan risiko infeksi ulang dibanding varian lainnya. Dengan begitu, orang yang sebelumnya telah terpapar COVID-19 bisa lebih mudah terinfeksi ulang dengan Varian Omicron.

Meski demikian, informasi terkait hal ini masih terbatas. WHO menyatakan informasi lebih lanjut tentang ini akan tersedia dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

WHO juga menyatakan bahwa vaksin tetap penting untuk mengurangi penyakit parah dan kematian, termasuk melawan Varian Delta yang dominan. Saat ini, vaksin dinyatakan tetap efektif melawan penyakit parah dan kematian.

Bagaimana Cara Menghentikan Penularan Varian Omicron?

Ilustrasi Aktivitas Masyarakat

Unsplash/Masao Mask

Karena Omicron telah diklasifikasikan sebagai Variant of Concern, ada beberapa tindakan yang direkomendasikan WHO untuk dilakukan oleh negara-negara di dunia. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan pengawasan dan pengurutan kasus (whole genome sequencing/WGS).

Negara-negara dunia juga diimbau untuk membagikan urutan genom pada database yang tersedia untuk umum, seperti GISAID, serta melaporkan kasus atau klaster awal ke WHO. Badan PBB tersebut juga merekomendasikan negara-negara untuk melakukan investigasi lapangan dan penilaian laboratorium untuk lebih memahami apakah Omicron memiliki karakteristik penularan atau penyakit yang berbeda, atau berdampak pada efektivitas vaksin, terapi, diagnostik atau kesehatan masyarakat dan tindakan sosial.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts